in

Jaminan Pesangon bagi 7.000 Karyawan Giant yang Kena PHK

Logo Giant. Foto: Giant Indonesia

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) buka suara terkait kerugian perusahaan pada semester pertama 2021. Dalam penjelasannya, Hero menyinggung soal penutupan seluruh gerai Giant di Indonesia 31 Juli 2021 lalu.

Mengutip dari keterbukaan informasi, Hero pada semester pertama tahun 2021 mengalami kerugian bersih sebesar Rp551 miliar. Meskipun merugi, Hero memastikan pemberian pesangon terhadap sekitar 7.000 karyawan Giant yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akan lebih tinggi dibandingkan regulasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Sebagai ungkapan terima kasih perseroan atas dukungan dan kerja keras karyawan, perseroan telah memberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja (Omnibus Law). Karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis Perseroan yang lain,” beber Direktur Hero Hadiranus Wahyu Trikusumo melalui keterangan tertulisnya, dikutip dari keterbukaan informai, Senin (9/8/2021).

Hero juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket ke depannya.

Pada akhir Mei 2021, perseroan mengumumkan akan mengalihkan investasi ke merek-merek potensial usaha yang masih dalam lingkup manajemen Hero.

“Namun, selanjutnya kami akan mengubah beberapa gerai Giant perseroan yang ada menjadi Hero Supermarket dan IKEA serta mengalihkan beberapa gerai yang tersisa ke kepemilikan pihak ketiga,” paparnya.

Di sektor kesehatan dan kecantikan, perseroan akan terus meningkatkan jumlah gerai Guardian baru hingga akhir 2022. Selain itu, Guardian juga akan membuat layanan mudah diakses oleh pelanggan baru melalui pembaruan gerai-gerai yang ada serta perluasan geografis dan ragam penawaran e-commerce.

“Seluruh proses tersebut saat ini sedang berjalan sesuai dengan rencana, untuk memastikan Perseroan dapat terus memberikan akses dan layanan terbaik kepada pelanggan Perseroan,” jelasnya.

Hero membukukan rugi bersih sebesar Rp551 miliar pada semester I-2021 dengan biaya nonrecurring sebesar Rp537 miliar yang timbul akibat restrukturisasi bisnis Giant. Kinerja keuangan underlying bisnis ritel Groseri Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif dikarenakan pandemi maupun restrukturisasi yang telah diumumkan.

Adanya pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan atau mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi-lokasi ini. Optimalisasi ruang usaha yang berkelanjutan juga mempengaruhi kinerja pertumbuhan penjualan.

Sementara itu, gerai Guardian meningkat secara signifikan pada kuartal kedua tahun 2021, dibandingkan kuartal pertama. Alasannya, pola belanja pelanggan secara bertahap normal kembali.

Laba underlying juga meningkat pada semester pertama dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, pemberlakuan PPKM Darurat berdampak lagi terhadap penjualan Guardian.

Sedangkan, penjualan IKEA diklaim tumbuh terutama karena pembukaan toko ketiga IKEA Indonesia di Bandung, pada kuartal Ip2021. Bahkan, IKEA telah merencanakan pembukaan toko keempatnya di Jakarta Garden City, yang diharapkan akan dibuka akhir tahun 2021.

Article by