in

Fitur Keamanan Baru WhatsApp untuk Melindungi Privasi Pengguna

Logo WhatsApp. Foto: Shutterstock

HALUAN.CO – Pengguna WhatsApp di platform Android bakal lebih nyaman dalam menikmati layanan obrolan berbalas yang disajikan. Dengan fitur keamanan barunya, WhatsApp akan membuat hacker atau pihak yang berencana melakukan kejahatan siber, bakal kesulitan membajak aplikasi telah dipakai oleh jutaan pengguna ini.

Setelah meluncurkan fitur fingerprint (pemindai sidik jari) untuk membuka aplikasi, Pengguna ponsel Android yang sebelumnya telah bisa menggunakan sidik jari untuk membuka kunci WhatsApp, kali ini mereka bisa mengaktifkan sensor rekognisi wajah atau biometrik lain yang didukung ponsel pengguna.

Fitur sensor biometrik ini mirip seperti FaceID yang dikembangkan oleh Apple di perangkat iPhone. Jadi kelak untuk membuka WhatsApp, pengguna tinggal mendekatkan layar ponsel ke wajah.

Opsi biometrik lock ini ditemukan oleh WABetaInfo, situs yang mengkonsentrasikan diri untuk menggali pengembangan WhatsApp. Pihak WABetaInfo mengklaim telah menemukan halaman pengaturan privasi yang didesain ulang untuk Android di mana opsi fingerprint lock diganti dengan biometrik lock.

“Saat diaktifkan, Anda harus menggunakan sidik jari, wajah atau pengenal unik lainnya untuk membuka WhatsApp,” tulis WABetaInfo, seperti dikutip dari TechRadar, Rabu (28/10/2020).

Fitur ini sudah bisa dijajal oleh sebagian pengguna Android dengan memperbarui WhatsApp ke versi beta 2.20.203.3. Jika Anda ingin mencobai fitur ini, Anda mesti mengikuti Google Play Beta Programme.

Caranya terbilang mudah yakni dengan mendaftarkan diri di aplikasi WhatsApp pada Google Play. Jika beruntung, beberapa jam kemudian WhatsApp yang terinstall di ponsel Android akan diperbarui ke versi beta secara otomatis.

Melansir XDA Developers, fitur Face Unlock didasarkan pada API BiometricPrompt Android, yang memungkinkan aplikasi menggunakan pemindai wajah serta sensor sidik jari untuk otentikasi biometrik.

“Adopsi face unlock di perangkat Android agak mangkrak, meskipun kami baru saja melihat peluncuran perangkat profil mutakhir baru-baru ini dengannya. Perangkat Android utama pertama yang mendukung pembukaan kunci wajah 3D adalah seri Pixel 4, dan Google perlahan mendorong pengembang aplikasi untuk beralih dari API FingerprintManager lama ke API BiometricPrompt yang lebih baru,” ungkap XDA Developers.

Maraknya pemakaian masker karena COVID-19 telah membuat penguncian wajah kurang populer, yang berarti peralihan kembali ke pemindai sidik jari tidak mungkin terjadi pada waktu yang tepat. Namun ketika melihat aplikasi seperti WhatsApp bersiap untuk mendukung face unlock bagi beberapa perangkat Android yang benar-benar dapat memanfaatkannya, hal itu cukup menjadi perhatian.

Sementara itu, dilansir dari Android Authority, WhatsApp juga bakal menghadirkan fitur lain yang mempermudah pengguna bergabung dengan panggilan grup yang tengah berlangsung.

Seperti yang dijelaskan oleh keterangan rahasia WABetaInfo, pengguna mungkin akan segera dapat bergabung dengan panggilan grup yang sedang berlangsung yang mereka lewatkan melalui prompt baru. Jika kontak mengundang pengguna yang tidak tersedia untuk melakukan panggilan, pengguna itu kemudian dapat bergabung atau mengabaikan panggilan yang sedang berlangsung tersebut saat mereka membuka WhatsApp lagi.

Ini adalah fitur yang tampaknya dimaksudkan untuk menyederhanakan panggilan grup. Secara fungsional, itu juga akan membawa WhatsApp nyaris menyerupai Zoom dan Skype yang memungkinkan pengguna untuk bergabung dengan panggilan yang sedang berlangsung sesuka hati.

Lebih jauh lagi WhatsApp menyebut bahwa fitur biometrik lockini adalah fitur sambutan untuk perangkat Android seperti Google Pixel 4 yang terutama mengandalkan buka kunci wajah. Sekarang semestinya memungkinkan pengguna untuk lebih meningkatkan keamanan aplikasi obrolan ini. Tidak jelas apakah metode otentikasi baru lainnya, seperti Hand ID dari LG, akan didukung atau tidak.

Tidak ada garis waktu rilis fitur ini ke versi stabil WhatsApp, tetapi tampaknya lebih mudah diintegrasikan daripada fitur perangkat tertaut yang telah lama ditunggu.