in

Teknologi Bantuan Kemudi Super Cruise pada Cadillac CT6

Tesla telah meyakinkan para pengemudi bahwa Autopilot adalah puncak dari teknologi bantuan kemudi yang paling mutakhir, untuk mobil baru hari ini. Namun Cadillac nyatanya tak mau kalah saing untuk urusan teknologi bantuan kemudi ini.

Untuk menjawab tantangan itu, Cadillac menawarkan teknologi bantuan kemudi bernama Super Cruise. Ditambahkan diam-diam di pertengahan tahun ke 2018 pada sedan Cadillac CT6, Super Cruise digadang sebagai kontrol kemudi adaptif lepas tangan pertama, dengan sistem perpindahan lajur yang mutakhir.

Apa yang ditawarkan Cadillac tak main lewat CT6 ini. Selain mampu menangani kecepatan dan sistem pengereman, CT6 yang telah dilengkapi Super Cruise ini menjanjikan kenyamanan bantuan kemudi yang tetap aksesibel bagi para konsumen. Berkat hal itu, Cadillac mengusung label semi-otonom pada teknologi bantuan kemudi ini.

Seperti dilansir dari Carscoops, teknologi Super Cruise ini juga merupakan hasil pengembangan para insinyur Cadillac sendiri yang mampu membantu pengemudi pindah lajur secara aman.

Sistem Kinerja Super Cruise sendiri, seperti diungkap para insinyur Cadillac, menggunakan perangkat keras yang terdapat di bagian luar mobil dan perangkat lunak yang berfungsi membaca perintah langsung dari pengemudi.

Ketika mengaktifkan Super Cruise, pengemudi hanya perlu mengaktifkan sinyal belok untuk menunjukkan bahwa pengemudi ingin mengganti lajur. Dengan demikian, sistem akan bekerja mencari celah dan akan mengubah lajur ketika sensor menganggapnya aman.

Dengan Super Cruise ini, mobil juga diklaim mampu memberikan kontrol, pengendalian, serta kecepatan yang lebih presisi sehingga sangat aman bagi pengemudi. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan perangkat navigasi.

Kritikus otomotif Chris Davies mengungkapkan pandangannya tentang teknologi bantuan kemudi ini pada Slash Gear. “Banyak kebingungan tentang “mobil tanpa pengemudi” ini di luar sana. Intinya cukup sederhana: saat ini anda tidak dapat membeli kendaraan otonom, meski banyak pabrikan mobil sedang menjalankan uji coba teknologi ini di dunia nyata,” jelas Davies.

Namun Davies menambahkan bahwa yang saat ini  bisa dinikmati oleh konsumen adalah Super Cruise dari Cadillac. “Dengan sensor yang presisi, hal itu akan membantu, tetapi tidak menggantikan peran manusia sebagai pengemudi atau yang memegang kontrol penuh,” urai Davies tentang Super Cruise.

Menurut Davies, mobil otonom sejati biasanya menggunakan susunan LIDAR. Misal salah satunya mempunyai pengintai laser yang dapat membuat peta 360 derajat secara real-time di sekitar kendaraan.

“Namun, harganya sangat mahal. Melebihi kemampuan Cadillac pada CT6. Sebaliknya, Super Cruise mendapatkan manfaat dari data LIDAR berkat Cadillac yang mengerjakan pekerjaan rumah pemetaannya,” imbuh Davies.

Lebih dari 130.000 mil jalan raya telah dipetakan dengan resolusi tinggi dalam Super Cruise, terutama di Amerika Serikat dan Kanada. Data itu jauh lebih akurat daripada peta normal yang Anda temukan di sistem navigasi mobil.

Bahkan peta itu diperbarui secara berkala melalui koneksi nirkabel OnStar—yang digabungkan dengan sensor GPS yang ditingkatkan di CT6. Ini empat sampai delapan kali lebih presisi daripada sensor GPS biasa yang Anda harapkan optimal.

Data lokasi yang disempurnakan itu digabungkan dengan Lane Keep Assist, yang mempertahankan posisi mobil di tengah lajur. Terakhir, kendali jelajah adaptif menggunakan radar dan sensor lainnya untuk menjaga jarak aman antara Anda dan mobil di depan.

Separuh persamaan lainnya dengan teknologi bantuan kemudi lain adalah sistem perhatian sekitar. Super Cruise bakal baik-baik saja jika Anda melepaskan tangan dari kemudi, tetapi tidak jika Anda mengabaikan jalan.

Dua pemancar cahaya infra merah dipasang pada bagian hitam di bagian atas roda kemudi. Mereka menerangi mata Anda, yang dilacak oleh kamera kecil yang dipasang di kolom kemudi. Selama sistem melihat Anda melihat jalan di depan Anda, pengalaman kemudi itu dirasa cukup menarik.

Dengan teknologi bantuan kemudi Super Cruise pada Cadillac, setidaknya bakal memberikan sensasi berkendara yang cukup menyenangkan. Meski memang pada akhirnya kita tidak bisa sepenuhnya menggantungkan perjalanan pada teknologi bantuan kemudi yang mengklaim otonomitas sistem untuk berkendara.

Article by

Haluan Logo