in

Asteroid Apophis Diprediksi Bakal Tabrak Bumi pada 2068

HALUAN.CO – Di penghujung Oktober 2020, para astronom di Hawaii, Amerika Serikat, telah mendeteksi efek Yarkovsky. Efek itu adalah sebuah dorongan sangat kecil yang diberikan oleh sinar matahari untuk asteroid Apophis. Efek Yarkovsky membuat asteroid Apophis dikalkulasi bakal menabrak Planet Bumi pada tahun 2068.

Dalam rilis penelitiannya yang dilansir dari Earth Sky, para astronom di Universitas Hawaii mengungkapkan sebuah temuan baru yang penting terkait dengan asteroid dekat Bumi yaitu 99942 Apophis. Asteroid Apophis diperkirakan akan lewat dekat dengan Bumi antara rentang tahun 2029, 2036 dan pada 2068.

Dave Tholen dan koleganya mengumumkan bahwa mereka sekarang telah mendeteksi fenomena percepatan Yarkovsky di asteroid Apophis tersebut. Tholen dan rekannya menggunakan Teleskop Subaru 323 inci (8,2 m) di Mauna Kea, Hawaii, untuk melakukan pengamatan baru mengenai hal tersebut.

Lebih lanjut dalam penelitiannya, mereka menunjukkan bahwa batu luar angkasa besar yang diameternya diperkirakan antara 1.115 kaki dan 1.214 kaki (340 m hingga 370 m) itu, bakal bergeser lebih dari 500 kaki (sekitar 170 m) per tahun dari posisi yang diharapkan berada di orbitnya.

Tim akan mempresentasikan penelitian mereka akhir pekan ini di konferensi virtual yang diadakan di bawah naungan Lunar and Planetary Institute di Houston, Texas. Konferensi virtual yang dinamakan Apophis T-9 Years itu membahas penerbangan asteroid tersebut pada tahun 2029.

Tholen telah melacak gerakan Apophis di langit sedari dia dan rekan-rekan menemukannya dari Kitt Peak National Observatory dekat Tucson, Arizona, pada 19 Juni 2004 silam. “Kami telah mengetahui selama beberapa waktu bahwa tabrakan dengan Bumi tidak mungkin terjadi selama rentang 2029,” ungkap Tholen pada Earth Sky.

“Pengamatan baru yang kami peroleh dengan teleskop Subaru awal tahun ini cukup baik untuk mengungkap akselerasi Yarkovsky di Apophis, dan telah menunjukkan bahwa asteroid itu menjauh dari orbit gravitasi murni sekitar 170 meter (sekitar 500 kaki) per tahun, yang mana cukup untuk mempertahankan skenario dampak di tahun 2068,” imbuhnya.

Perlu diingat bahwa observasi ini tidak mudah diperoleh dan dianalisis oleh para peneliti. Faktor-faktor seperti jarak asteroid pada saat pengamatan, komposisi, bentuk, dan fitur permukaannya semuanya mempengaruhi hasilnya.

Tetapi para astronom mendorong untuk memahami orbit asteroid Apophis karena jaraknya yang akan tetap dekat melewati planet kita pada abad ini dan seterusnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, para astronom telah dapat menemukan dan melacak asteroid kecil yang mendekati Bumi. Misalnya, pada 24 September 2020, asteroid 2020 SW melayang lebih dekat ke kita daripada satelit meteorologi dan televisi kita serta satelit geostasioner lainnya, yang mengorbit planet kita pada jarak sekitar 22.300 mil (35.900 km) dari permukaan bumi.

Asteroid 2020 SW berada dalam jarak sekitar 7% dari jarak Bumi-bulan. Tetapi asteroid 2020 SW diperkirakan hanya berdiameter sekitar 14 hingga 32 kaki (sekitar 4,5 hingga 10 meter). Dan hal itu sangat kecil apabila dibandingkan dengan asteroid Apophis.

Lance Benner dari NASA/JPL turut berkomentar bahwa ini akan menjadi pendekatan terdekat dengan Bumi yang saat ini diketahui sebesar asteroid Apophis. Pada tahun 2029, asteroid Apophis akan terlihat dengan mata telanjang selama beberapa jam dan pasang surut Bumi mungkin akan mengubah keadaan putarannya.

Article by

Haluan Logo