in ,

Dari Cacing Elvis hingga Tepi Bima Sakti: Kisah Sains Menakjubkan Sepanjang Tahun 2020

Hidup di sepanjang tahun yang megap-megap memang menguras begitu banyak energi. Dari pandemi yang tak berkesudahan, hingga berbagai permasalahan lain yang melingkupi kecamuk sosial-politik maupun ekonomi. Berikut beberapa pengingat ataupun kisah-kisah seputar sains, bahwa kita masih hidup di dunia yang penuh dengan keajaiban:

Bunga di Kutub Selatan

Antartika pernah menjadi rumah bagi ragam hutan hujan. Penggalian jejak vegetasi dalam sedimen berusia 90 juta tahun di lepas pantai Antartika Barat menunjukkan betapa berbedanya planet ini secara kontras selama zaman dinosaurus, dengan tumbuhan runjung, pakis, dan bunga mekar di mana lapisan es berada saat ini.

Cacing Elvis

Para peneliti masih mengidentifikasi spesies baru dan membuat katalog keanekaragaman hayati yang menakjubkan di Bumi. Tahun ini kita menyaksikan penemuan bahwa cacing Elvis yang berkilau di laut dalam sebenarnya adalah empat spesies yang berbeda. Ilmuwan lain menemukan sumber keuntungan 10 spesies burung baru dan subspesies di pulau-pulau terpencil di Indonesia. Dan penghitungan lengkap pertama spesies tumbuhan di New Guinea mengungkapkan lebih dari 13.600 spesies tumbuhan berpembuluh, terbanyak dari pulau mana pun di Bumi.

Reptil Hujan

Selama cuaca dingin di Florida selatan, kadal mulai berjatuhan dari pohon, mendaratkan kaki ke atas. Reptil itu tidak terluka, sangat dingin sehingga mereka tidak bisa bergerak dan kehilangan cengkeraman. Anehnya, ini mungkin kabar baik untuk enam spesies kadal yang diteliti para ilmuwan. Kemampuan menahan suhu hingga sekitar 5,5 ° Celcius mungkin menunjukkan ketahanan terhadap cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Efek Mpemba

Air panas terkadang bisa membeku lebih cepat daripada dingin, sebuah fenomena yang membingungkan yang disebut efek Mpemba. Para ilmuwan tidak dapat menjelaskannya dan bahkan tidak yakin itu nyata. Sekarang para peneliti telah mendemonstrasikan efek aneh untuk pertama kalinya di laboratorium dengan mendinginkan manik-manik kaca sebagai proksi untuk proses pembekuan air yang lebih kompleks. Dalam beberapa kondisi, para peneliti mengatakan, material dapat mengambil “jalan pintas” pendinginan yang memungkinkan objek yang lebih hangat mendingin lebih cepat daripada yang lebih dingin sebelumnya.

Tepi Bima Sakti

Para astronom telah menemukan tepi Bima Sakti. Untuk pertama kalinya menunjukkan bentangan yang sangat besar dan berpotensi membantu mengukur cakupan luasnya. Galaksi rumah kita membentang hampir 2 juta tahun cahaya, lebih dari 15 kali lebih lebar dari piringan spiral bintang dan planet Bima Sakti. Di luar cakram itu terdapat bentangan gas yang dikelilingi oleh lingkaran besar material gelap tak terlihat.

Ular Terbang

Ular pohon surga ditemukan mampu terbang sejauh 10 meter atau lebih di udara, dan para peneliti kini telah mengetahui bagaimana mereka bisa tetap terjaga di ketinggian. Setelah ular berada di udara, mereka bergelombang dari sisi ke sisi dan ke atas serta ke bawah, memberi mereka stabilitas yang dibutuhkan untuk meluncur dalam mobilitasnya.

Perahu Mengapung

Inilah kesempatan untuk menyaksikan yang tampaknya mustahil: perahu kecil mainan mengapung di sepanjang bagian atas dan bawah cairan yang melayang. Fisikawan membuat keajaiban ini terjadi dengan mengguncang wadah berisi cairan, sehingga lapisan fluida tetap tinggi di atas lapisan udara dan memungkinkan flotasi terbalik.

Kumbang Air Regimbartia Attenuata

Kumbang air Regimbartia Attenuata adalah mangsa pertama yang diketahui selamat dari perjalanan melalui seluruh sistem pencernaan katak, tidak hanya dengan menunggang (seperti telur ikan yang ditemukan tahun ini untuk bertahan dari sistem pencernaan bebek) tetapi dengan secara aktif melarikan diri melalui pintu belakang .

Ekspresi wajah mungkin terasa universal di seluruh budaya manusia. Entah itu dari zaman kuno hingga zaman kiwari. Hanya dengan melihat wajah pahatan yang dibuat antara 3.500 dan 600 tahun yang lalu, tanpa konteks sisa pahatan tersebut, orang-orang saat ini dengan tepat menafsirkan ekspresi seperti kemarahan dalam penggambaran pertempuran dan rasa sakit pada pahatan orang yang disiksa. Padahal bukan itu sebenarnya.

Burung Robotik

Seekor burung robotik yang dibuat dengan bulu merpati asli yang dapat mengubah bentuk sayapnya, dengan mengibaskan atau mengumpulkannya, serta membuatnya terbang yang nyaris mirip seperti burung pada selayaknya. Dengan menggunakan robot itu, para ilmuwan menemukan bahwa seekor burung dapat membelok dengan hanya menekuk satu “jari” pada salah satu sayapnya.

Rip Van Winkle

Membuat Rip Van Winkle, mikroba yang telah terkubur di sedimen dasar laut selama lebih dari 100 juta tahun hidup kembali dan berlipat ganda, jelas bukan eksperimen main-main. Yang dibutuhkan mikroba hanyalah makanan untuk menarik mereka dari keadaan tidak aktif. Apakah upaya itu berhasil?

Article by

Haluan Logo