in

Menjelajahi Daugavpils: Tanah Danau Biru di Latvia Timur

Latgale yang berarti “Tanah Danau Biru”, terletak berbatasan dengan Rusia, Belarusia, dan Lithuania, serta berada sangat jauh dari ibu kota sehingga masih mempertahankan bahasanya sendiri.

Daugavpils adalah ibu kota Latgale dan merupakan kota terbesar kedua di Latvia meskipun Anda tidak akan benar-benar mengetahuinya. Didirikan pada abad ke-13 sebagai Dinaburg, kemudian diubah menjadi Dvinsk sebelum akhirnya menjadi Daugavpils sekitar tahun 1920.

Karena posisinya yang strategis antara Baltik dan Sankt Peterburg, kota ini menjadi pusat kekuatan industri di tahun-tahun menjelang Perang Dunia I. Orang-orang dari seluruh Kekaisaran Rusia datang ke sini untuk bekerja dan masih ada banyak penutur bahasa Rusia di sana hingga sekarang.

Saat ini, masa kejayaan industrinya sudah lama berakhir dan menjadi basis yang potensial. Seantero wilayah Latgale pun masih asri . Kota ini sendiri sekarang dibangun pada awal abad ke-19 ketika penduduk dipindahkan untuk memungkinkan pembangunan benteng besar. Bangunan-bangunan pada masa itu menampilkan kesatuan arsitektur yang kuat, ditambah pesona Sungai Daugava yang membelah kota menjadi dua.

Benteng Daugavpils

Benteng yang luas ini mulai dibangun pada tahun 1810 sebagai persiapan untuk ancaman invasi Napoleon dan menjadi pusat militer penting bagi Kekaisaran Rusia. Di masa Soviet, lokasi ini digunakan sebagai sekolah pelatihan angkatan udara, tetapi kemudian tempat ini tidak digunakan lagi. Saat ini sedang dalam proses renovasi dan bangunannya menampung berbagai museum serta Pusat Seni Rothko. Di sisi lain sungai, ada sebuah bangunan yang dahulu menjadi Ghetto Yahudi selama Perang Dunia II dan masih menjadi penjara yang berfungsi.

Pusat Seni Daugavpils Mark Rothko

Mark Rothko lahir pada tahun 1903 sebagai Marcus Rothkowitz dan tinggal di kota Daugavpils sampai dia bermigrasi ke Amerika pada tahun 1913. Dia tidak pernah kembali lagi, tetapi anak-anaknya membantu mendirikan pusat seni ini di gudang senjata benteng dan hal itu membuka pintu bagi sosoknya pada tahun 2013.

Bagian tengahnya adalah lima dokumen asli Rothko, yang dipinjamkan oleh keluarga, yang berubah setiap tiga tahun. Ada juga tampilan digital yang berhubungan dengan kehidupan artis dan perpustakaan yang luas. Pamerannya sendiri menampilkan karya seniman lokal dan internasional kontemporer, serta restorannya memiliki hidangan penutup unik yang terinspirasi oleh Rothko.

Bukit Gereja

Pada akhir abad ke-19, sebuah lingkungan baru tumbuh di dekat stasiun kereta api dan empat gereja dibangun di atas bukit untuk melayani berbagai denominasi. Gereja Lutheran bata merah dibuka pada tahun 1893, diikuti oleh Catholic Church of the Immaculate Conception, Katedral Ortodoks St. Boris dan Gleb, serta House of Prayer of the Old Believers. Arsitekturnya berkisar dari Barok melalui Neo-Gotik hingga Bizantium, dan Anda dapat memanjat menara Gereja Lutheran untuk menikmati lanskap pemandangan kota yang luas.

Sinagoga Kadish

Kehadiran orang Yahudi di Latvia dimulai sejak 2.500 tahun yang lalu. Sebelum Perang Dunia I, hampir setengah dari populasi kota adalah Yahudi dan terdapat 34 sinagog yang aktif. Sinagoga Kadish dibangun pada tahun 1850 dan merupakan satu-satunya yang masih berfungsi. Bangunan itu dipulihkan pada tahun 2005 dengan dukungan keuangan dari anak-anak Mark Rothko. Di Sinagoga Kadish juga menampung sebuah museum kecil yang berhubungan dengan sejarah Yahudi di Daugavpils dan Latgale.

Pabrik Timah Daugavpils

Salah satu dari sedikit industri yang tersisa di kota ini, adalah pabrik timah di Negara Baltik. Timah yang digunakan untuk senapan berburu telah diproduksi di sini terus menerus sejak zaman Tsar dan peralatan asli abad ke-19 dipamerkan. Logam cair dijatuhkan dari puncak menara 37m ke 19m jauh di bawah, menciptakan bola kecil dari tembakan timah. Sebuah tur mampu membawa Anda ke puncak menara dan mendemonstrasikan prosesnya.

Kastil Kraslava

Sudah ada kastil di situs ini sejak abad ke-18. Bangunan saat ini yang bergaya klasik, adalah rumah Count Plater-Sieberg dan berasal dari akhir abad ke-19. Ada pemandangan Sungai Daugava yang indah dari teras. Berbagai bangunan lain merupakan Museum Sejarah dan Seni Krāslava dan juga rumah tempat koleksi boneka Porselen Olga Gribule. Termasuk lebih dari 1500 boneka dari seluruh dunia.

Article by