in

Stall, Masalah Serius Penyebab Pesawat Tak Bisa Terangkat

Kondisi stall merupakan masalah serius yang bisa dialami pesawat terbang ketika melayang di udara. Stall bisa membuat pesawat kehilangan daya angkat dan mengakibatkan pesawat jatuh dari ketinggian layaknya sebuah batu.

Seorang pilot, Captain Vincent Raditya pernah menjelaskan mengenai istilah pesawat stall dalam dunia aviasi. Konten mengenai stall tersebut diunggah di akun Youtube pribadinya pada 8 Januari 2021.

Vincent mengatakan, stall terbagi dalam beberapa kategori, yakni stall biasa, full stall dan stall yang bisa membuat pesawat mengalami spin atau berputar-putar.

“Stall bisa terjadi di level manapun. Bisa terjadi di ketinggian yang sangat tinggi, namun juga bisa terjadi di ketinggian yang rendah misal ketika take off atau ketika landing, dan ketika stall di ketinggian rendah ini yang sangat mengkhawatirkan, karena ruang untuk recovery sangat kecil sekali,” jelas Vincent.

Vincent menjelaskan, terjadinya efek stall pada pesawat terbang sangat berkaitan dengan faktor altitude (ketinggian) dan juga speed (kecepatan).

“Jadi selama kita terbang, kita harus bertukar antara speed dengan altitude. Kalau kita mau climb, ya seperti kayak kalau kita mau naik tanjakan ke puncak atau ke gunung pake mobil, itu gas misalnya dengan rpm di 5.000 kita mendapatkan speed 60 km/jam, tapi ketika lurus kita dapat speed 80 km/jam, lalu ketika ketika turun speed-nya 100-120 km/jam. So, ini mirip seperti di pesawat,” jelasnya.

Menurut Vincent, ketika stall terjadi pada pesawat terbang biasanya speed-nya akan turun dengan sangat rendah. Semakin kecil, maka airflow juga akan semakin kecil. Dan untuk mempertahankan altitude supaya tetap sama, maka otomatis pesawat harus menahan pitch (perputaran pesawat terhadap sumbu melintang) lebih tinggi.

“Semakin tinggi pitch itu ditarik, maka yang terjadi adalah critical angle of attack dan umumnya terjadi stall di low speed,” jelas Vincent video ‘ANALISA DATA SRIWIJAYA AIR SJ-182 FLIGHT RADAR 24’, yang diunggah di kanal Youtube pribadinya.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air yang diduga jatuh diungkapkan Vincent mengalami stall.
Pesawat Boeing 737-500 itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta, pada Sabtu (9/1/2021).

Analisa data di situs flightradar24 mengungkap, pesawat Sriwijaya Air tujuan Pontianak itu diduga mengalami stall.

“Kalau kita lihat berdasarkan ground speed 115 knots ini. Ini indikasi keras, kuat sekali, kita bisa lihat bahwa pesawat ini terkena full stall. Dan akan sulit sekali di-recover dengan ketinggian segini (5.400 ft),” terang Vincent.

Article by

Haluan Logo