in

Terancam Gagal ke SEA Games 2021, Ketahui Kendala Timnas Indonesia U-23

Sejumlah pemain Timnas U-23 dan pemain Timnas senior Evan Dimas mengikuti latihan di Stadion Gelora Bung Karno pada 2019. Foto: Antara

Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae Yong berencana menggelar pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games 2021 pada 8 Februari. Namun, rencana itu terancam gagal.

Ketidakpastian itu disebabkan pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang sampai 8 Februari mendatang.

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri membenarkan jika sebelumnya memang direncanakan menggelar TC Timnas Indonesia U-23 di Jakarta mulai 8 Februari mendatang. Namun, hingga saat ini PSSI belum bisa memberikan kejelasan soal kepastiannya.

“TC baru rencana. Enggak gampang buat kegiatan apapun di masa pandemi dan adanya PPKM. (Perpanjangan PPKM sampai 8 Februari) yakin tidak diperpanjang lagi? Makanya saya cuma bisa jawab masih direncanakan,” ungkap Indra.

Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM lantaran kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Penerapan PPKM itu dibuat untuk sebagian wilayah Pulau Jawa dan Bali.

Terdapat delapan poin PPKM yang diumumkan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto. Salah satunya memberlakukan penutupan fasilitas umum.

Sementara saat menggelar TC, Timnas Indonesia U-23  akan menggunakan fasilitas umum di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Kebijakan pemerintah itu turut mempengaruhi program pelatihan yang telah dibuat Shin Tae Yong. Utamanya setelah Piala Asia U-19 dan Piala Dunia U-20 dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

“Kami sepakat kesehatan dan patuh aturan jadi pilihan kami. Jadi kami bersama pelatih merencanakan dan keputusan lihat nanti. Termasuk sepak bola wanita dan kegiatan lainnya,” jelas Indra.

“Banyak orang selalu berpikir ini seperti masa normal. Ini ada wabah pandemi yang kita harus hati-hati dan membantu pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. Jadi tolong jangan berpikir kita masih hidup di situasi normal,” timpalnya.

Article by

Haluan Logo