in

Terungkap Lokasi Jatuhnya Satelit Telkom-3 yang Hilang Sejak 2012

satelit Telkom-3. Foto: Antara

Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) memperlihatkan bukti lokasi jatuhnya Satelit Telkom-3 yang hilang beberapa tahun. Wahana antariksa tersebut sudah dipastikan bakal jatuh ke Bumi setelah hilang sejak tahun 2012.

Data yang diperoleh dari Space-track menunjukkan, titik jatuhnya satelit Telkom-3 ditandai warna panah warna merah. Menurut pihak Lapan, panah merah tersebut menunjukkan perkiraan lokasi saat ketinggian benda 10 km dari permukaan Bumi.

Perkiraan terakhir menyebut bahwa Satelit Telkom-3 tersebut akan jatuh di sekitar Mongolia atau China bagian utara.

“Telkom 3 akhirnya disimpulkan jatuh pada 5 Februari 2021 pukul 16:35 WIB (bertepatan dengan 09:35 UT) +/- 7 menit. Ketika itu satelit diprediksi melintas di atas Asia hingga Samudera Pasifik dengan pusat perkiraan lintasannya di atas Mongolia,” ungkap pihak Lapan.

Hanya saja, sampai saat ini Lapan mengaku belum menerima laporan terkait jatuhnya satelit Telkom-3. Namun, Lapan sudah berkoordinasi dengan Telkom dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, terkait reentry satelit Telkom-3 ke Bumi.

Untuk diketahui, Satelit Telkom-3 (COSPAR-ID 2012-044A, NORAD-ID 38744) merupakan satelit buatan ISS Reshetnev, Rusia yang dipesan oleh Telkom. Wahana ini sempat menghilang sesaat setelah diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, tahun 2012.

Saat diluncurkan, Satelit Telkom-3 tidak mencapai orbit karena masalah teknis. Saat itu, satelit Telkom-3 bersama satelit Ekspress-MD2 yang menumpang roket milik pemerintah Rusia Proton-M hilang setelah beberapa jam meluncur ke slot orbitnya karena gagal dalam tahapan Briz-M.

Briz-M adalah tahapan pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan saat tangki tambahan propellant dilepas.

Lapan membeberkan, satelit Telkom-3 yang punya bobot 1,845 ton ini tidak mengandung bahan radioaktif dan diprediksi sebagian besar massa satelit terbakar saat memasuki atmosfer hingga menyisakan 10% hingga 40% massa awalnya.

Article by