in

Dibully di Masa Kecil, 7 Petarung UFC Tekuni Bela Diri hingga Sukses

Anderson Silva, petarung UFC yang pernah alami bully. Foto: Shutterstock

Tak semua juara-juara UFC menyukai olahraga bela diri sejak usia anak-anak. Beberapa di antaranya mempelajarinya  demi membela diri dari orang-orang yang melakukan bullying atau perisakan.

Bully atau perundungan ini pun turut dialami beberapa petarung-petarung top UFC. Namun mereka tak melakukan balas dendam, petarung-petarung UFC  ini menemukan jalan kehidupan dari mempelajari ilmu bela diri.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut tujuh petarung UFC yang pernah menjadi korban bully saat masih kecil:

  1. Conor McGregor

McGregor besar di daerah pinggiran Dublin, Irlandia. Saat kecil, ia sering menjumpai intimidasi dari anak-anak yang lebih tua.

Mengalami perundungan dan kekerasan di masa kecilnya yang membawa McGregor berkenalan dengan ilmu bela diri.  Namun, itulah yang kemudian membawanya hingga jadi petarung top UFC.

  1. Georges St-Pierre

GSP, satu petarung legendaris di UFC merupakan juara kelas welter dan kelas menengah UFC. GSP menjadi sasaran tindak kekerasan di masa kecil.

Dalam bukunya berjudul ‘The Way Of The Fight’, GSP menceritakan bahwa pakaiannya pernah dilucuti dan uangnya pernah diambil paksa.

GSP mengaku termotivasi mendalami ilmu bela diri karena menjadi korban pelecehan itu. Ia pun kini memiliki yayasan anti-bullying.

  1. Daniel Cormier

Mantan juara kelas berat dan light heavyweight UFC ini juga pernah mendapat ancaman fisik saat masih anak-anak. Bahkan, profesi orang tuanya sebagai guru menjadi bahan ejekan.

Cormier mengaku kerap diajak berkelahi oleh anak-anak pembuat onar. Suatu Ketika, salah satu anak mendatangi dan menantang Cormier yang masih berusia 10 tahun. Namun Cormier mampu melakukan kuncian karena sudah belajar ilmu gulat.

  1. Ronda Rousey

Saat masih remaja Mantan penguasa kelas bantam UFC ini menghadapi kekerasan verbal dari orang-orang lantaran bentuk fisiknya. Olok-olok dan celaan tak bisa ia elakkan.

Rousey merasa mendapat perlakuan istimewa di tim judo yang ia sebut tak pernah menghakimi dan menerimanya apa adanya.

Namun Rousey tidak menggunakan ilmu judo semaunya. Petarung yang kini menyandang status aktris ini hanya mengeluarkan jurus judo ketika dalam keadaan terdesak dan dalam situasi yang membahayakan.

  1. Anderson Silva

Veteran MMA asal Brasil ini memiliki masa lalu yang berbeda dari anak-anak pada umumnya karena harus mengikuti kelas balet dan tap dancing. Namun bagi sebagian orang, kegiatan tersebut merupakan cela dan ia pun dibully.

Setelah beberapa tahun berselang, ilmu balet dan tap dancing Silva justru mengantarkannya menjadi jagoan MMA sejati. Komentator UFC, Joe Rogan menilai kemampuan Silva memadukan balet dengan bela diri menjadi kunci sukses petarung asal Brasil tersebut dalam mempertahankan gelar kelas menengah UFC selama enam tahun.

  1. Paige VanZant

VanZant memiliki pengalaman dilabrak senior yang cemburu hingga harus pindah sekolah. Setelah pindah dari Oregon ke Nevada, ia mempelajari ilmu bela diri untuk memiliki kembali rasa percaya dirinya yang hilang.

Mixed martial arts lantas ternyata bukan hanya sekadar hobi VanZant, karena ia kemudian menjadi salah satu atlet MMA profesional yang pernah tampil di kelas strawweight dan kelas terbang UFC.

  1. Uriah Hall

Petarung kelas menengah UFC ini mengalami masa remaja yang membuatnya begitu frustrasi. Imigran Jamaika di New York ini sering mendapat intimidasi.

Hall pun begitu ketakutan untuk ke luar rumah dan membawa berpengaruh pada kegiatan sekolahnya. Titik balik terjadi dalam hidup Hall saat ia belajar karate Kyokushin. Ia pun mulai memiliki rasa percaya diri dan berani membela diri sendiri hingga kemudian mengantarnya ke octagon.

Article by