in

Mendengkur Keras Saat Tidur, Ketahui Penjelasan Ahli

Ilustrasi mendengkur saat tidur. Foto: Shutterstock

Sebagian orang kerap mengeluarkan suara napas atau dengkuran yang keras saat tidur. Suara tersebut tentu mengganggu orang lain yang yang di sekitar. Akan tetapa, mereka yang mendengkur tidak dapat mengontrol napasnya karena tidak tahu bagaimana suara itu muncul.

Spesialis paru dan pengobatan tidur di Mayo Clinic di Minnesota, Dr. Timothy Morgenthaler mengatakan, suara dengkuran yang muncul saat bernapas, baik saat bangun atau tidur disebabkan oleh getaran udara yang bergerak melalui tabung pernapasan.

Seberapa keras hasil suara dengkuran yang keluar, tergantung pada seberapa sempit tabung pernapasan dan seberapa cepat udara mengalir melaluinya.

“Prosesnya seperti alat musik,” ungkap Morgenthaler, seperti dikutip dari Live Science, Senin (15/2/2021).

Morgenthaler menjelaskan, saat seseorang menarik napas, gerakan udara cepat mengalir ke saluran napas bagian atas. Bagian dari sistem pernapasan yang membentang dari mulut ke laring menurunkan tekanan di seluruh saluran pernapasan yang juga dikenal sebagai jalan napas.

Perubahan tekanan itulah yang dapat merusak saluran napas bagian atas yang menghalangi pernapasan. Refleks di saluran napas atas mencegah kerusakan ini dan membuat saluran tetap terbuka saat seseorang sudah bangun.

“Karena saluran terbuka, aliran melalui jalan napas itu tidak turbulen, jadi udara bergerak tanpa banyak suara,” jelasnya.

Namun, lanjut Morgenthaler, saat seeorang tidur, refleks tersebut tidak sekuat itu. Jalan napas bagian atas seringkali kolaps sebagian dan pernapasan menjadi lebih berisik. Kondisi ini menyebabkan suara dengkuran terdengar keras.

Morgenthaler juga mengatakan, tidur terutama selama rapid eye movement (REM) juga menyebabkan penurunan otot di sekitar jalan napas.

Otot ini membuat jalan napas menjadi sempit dan juga napas seseorang menjadi cepat dan dangkal. Umumnya, orang mengambil sekitar 14 napas per menit saat terjaga dan 15 atau 16 saat tidur.

Napas dengan ritme cepat akan mengurangi oksigen dan mengeluarkan lebih sedikit karbondioksida karena kebutuhan tubuh akan ventilasi tidak setinggi saat orang bangun. Jika saluran pernapasan menjadi sangat sempit, saat itulah mereka mungkin mendengkur.

“Dengkuran biasanya terjadi ketika saluran udara mencapai diameter seukuran sedotan McDonald’s, yang sedikit lebih lebar dari sedotan biasa. Jika sekecil ini, tidak hanya udara di dalam saluran napas bergetar, namun juga jaringan di area tersebut menyebabkan mendengkur,” terang Morgenthaler.

Menurutnya, saat saluran napas seseorang semakin menyempit selama tidur, maka mereka dapat mengembangkan apnea tidur obstruktif. Saluran napas bisa menjadi sangat sempit sehingga tidak bisa bernapas. Itu yang membuat orang tersebut bangun untuk menghirup udara.

Terhadap orang tanpa sleep apnea, jalan napas bisa menyempit hingga empat kali per jam. Jika terjadi, ini akan menjadi apnea tidur obstruktif.

Salah satu solusinya, menurunkan berat badan merupakan pengobatan efektif untuk mengurangi dengkuran karena kelebihan lemak di sekitar saluran napas dapat menghalangi pernapasan.

“Jika hal itu tidak membantu, orang tersebut mungkin membutuhkan mesin seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk menjaga jalan napas tetap terbuka selama tidur,” tegasnya.

Article by

Haluan Logo