in

Khamzat Umumkan Pensiun dari UFC , Kronologinya Sempat Merasa akan Meninggal

Khamzat Chimaev. Foto: Instagram/@khamzat_chimaev

Khamzat Chimaev memutuskan pensiun dari UFC setelah baru memiliki rekor 9 pertarungan MMA. Petarung UFC yang masih muda ini meninggalkan UFC dengan sebuah alasan. Ia sempat merasa dirinya akan meninggal.

Khamzat mengungkapkan pesan yang mengindikasikan petarung 26 tahun itu memutuskan pensiun dari UFC melalui akun media sosialnya. Pesan pensiun itu muncul setelah Khamzat tidak bisa pulih 100 persen sejak dinyatakan positif Covid-19, seperti dikutip dari akun Instagramnya pagi ini, Selasa (2/3/2021).

Khamzat direkrut UFC di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020 dan melakoni debut saat menang submission atas John Phillips pada 16 Juli 2020. Hanya sepuluh hari kemudian, Khamzat menang TKO melawan Rhys McKee.

Prestasi itu membuat Khamzat menjadi petarung pertama dalam sejarah UFC yang mampu meraih dua kemenangan hanya dalam sepuluh hari. Ia kemudian menang KO atas Gerald Meerschaert pada 19 September 2020.

Tiga kemenangan beruntun yang digenggam Khamzat membuat Presiden UFC Dana White meyakini petarung Swedia berdarah Rusia itu akan menjadi petarung paling bersinar pada 2021.

Sayanganya, semuanya berubah pada 29 November 2020 ketika Khamzat dinyatakan positif terpapar Covid-19. Khamzat pun harus mundur dari pertarungan untuk melawan Leon Edwards pada 19 Desember 2020.

UFC sebenarnya menjadwal ulang Khamzat vs Edwards pada 20 Januari 2021. Namun, Khamzat lagi-lagi memutuskan mundur pada 29 Desember 2020 dengan alasan masih tahap pemulihan usai positif Covid-19.

Tak berhenti, UFC kembali menjadwal ulang duel Khamzat vs Edwards pada 13 Maret 2021. Tapi lagi-lagi, White pada 11 Februari 20201 menyatakan Khamzat kembali mundur karena menderita dari efek Covid-19.

UFC berusaha membantu Khamzat dengan membawanya ke Amerika Serikat untuk mendapat perawatan intensif. Sayangnya, tidak membuahkan hasil.

Badan Khamzat tidak bisa kembali 100 persen pulih seperti sediakala sejak terkena Covid-19. Bahkan Khamzat sempat merasa ingin mati akibat kelelahan.

“Setelah selesai latihan, dia (Khamzat) tidak bisa berjalan ke ruangannya. Dia bahkan tidak memiliki tenaga untuk berjalan. Dia tertidur di lobi. Dia tidak bisa berlatih. Salah satu temannya mengatakan, ‘Khamzat tidak bisa bicara. Suhunya tinggi, sangat pusing, ototnya sakit’,” beber manajer Khamzat, Majdi Shammas, dilansir BJ Penn.

“Ambulans kemudian datang dan membawanya ke rumah sakit. Bahkan ketika berada di rumah sakit, dia menghubungi saya dan berpikir dia akan mati. Dia dalam kondisi benar-benar buruk,” lanjut Shammas.

Article by

Haluan Logo