in ,

Intip Desain Hotel Luar Angkasa Pertama yang Buka Mulai 2027

Penampakan hotel luar angkasa pertama. Foto: Voyager Station

Hotel luar angkasa rencananya akan dibuka tahun 2027. Ambisi itu merupakan mimpi yang ingin diwujudkan oleh Gateway Foundation saat pertama kali mengumumkannya pada 2019.

Konsep hotel luar angkasa pertama tersebut terus dikembangkan. Konsepnya, akan mengapung di atas atmosfer Bumi yang bernama Stasiun Voyager. Di dalamnya bergaya layaknya kapal pesiar, hanya saja bentuknya ‘berlayar’ di luar angkasa, seperti dilansir Mashable, Sabtu (6/3/2021)

Di Stasiun Voyager, pengunjung bisa menikmati pemandangan luar biasa berupa planet Bumi dilihat dari antariksa dengan latar belakangnya alam semesta yang megah, menikmati gravitasi nol, sampai melihat benda-benda antariksa.

Tentunya, kegiatan-kegitan tersebut belum pernah ditemukan di Bumi. Melihat dari foto konsep yang beredar, Stasiun Voyager ini dilengkapi dengan bar, restoran, tempat gym, hingga fasilitas rekreasi lainnya.

Desain yang dijanjikan hotel luar angkasa punya kesan mewah nan elegan. Bentuknya juga disebut tidak  kaku seperti yang tampak pada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tapi justru ingin menampilkan interior yang lebih ambien di dalamnya, sehinggga akan menarik warga Bumi untuk menginap di sana.

Bentuknya yang lingkaran menyerupai roda kemudian berputar. Bentuk ini akan memberikan gravitasi buatan. Dengan begitu, pengunjung hotel luar angkasa a dapat beraktivitas dengan mudah.

Stasiun Voyager rencananya dimulai pada tahun 2026. Setahun sebelum rencana pembukaan hotel.

Hotel luar angkasa dibangun oleh Orbital Assembly Corporation, sebuah perusahaan konstruksi yang mengkhususkan diri untuk pembangunan di luar angkasa. Perusahaan ini didirikan John Blincow selaku penanggungjawab Gateway Foundation.

“Kami mencoba untuk membuat publik menyadari bahwa zaman perjalanan luar angkasa ini sudah dekat. Ia datang. Ia datang dengan cepat,” ungkap Blincow.

Guna menarik wisatawan ke luar angkasa dan menginap di Stasiun Voyager, Blincow berencana menggandeng perusahaan penerbangan luar angkasa komersial, misalnya SpaceX.

“Kami tidak dapat menyebut SpaceX sebagai mitra, tetapi di masa mendatang, kami berharap dapat bekerjasama dengan mereka,” tambah Blincow.

Article by

Haluan Logo