in

Rencana India Bangun Internet Sendiri Usai Larang Banyak Aplikasi Asing

Ilustrasi berdigitalisasi. Foto: Shutterstock

India dikabarkan berusaha membangun internet sendiri. Sebelumnya, pemerintah India melarang banyak aplikasi asing lantaran tidak patuh dan masalah keamanan privasi.

Salah satu upaya India membangun internet sendiri adalah dengan hadirnya aplikasi menyerupai Twitter yang disebut Koo. Aplikasi tersebut semakin populer setelah kerap disebut-sebut oleh Perdana Menteri India Narendra Modi dan anak buahnya.

Analisis aplikasi Sensor Tower melaporkan, Koo telah diunduh sebanyak 3,3 juta kali hingga Awal Maret 2021. Jumlah unduhan tersebut dianggap sebagai awal yang menjanjikan bagi perusahaan yang yang baru berumur kurang dari setahun yang lalu.

Koo masih kalah dari Twitter yang telah diunduh sebanyak 4,2 juta di India selama periode yang sama. Namun, Koo yang juga menggunakan logo burung seperti Twitter dan diunduh lebih sering daripada Twitter pada bulan Februari 2021.

Twitter sebelumnya dilaporkan sedang bermasalah dengan pemerintah India, sebab menolak menghapus akun tertentu selama aksi protes petani terhadap undang-undang pertanian yang baru. India memanggil perusahaan AS tersebut lantaran tidak berbuat cukup banyak untuk memblokir akun yang membagikan tagar yang provokatif ke pemerintah.

Beberapa tahun terakhir, pemerintah Modi diketahui telah meningkatkan tekanannya terhadap perusahaan teknologi global. Mereka juga tengah memberlakukan pembatasan ketat terhadap Facebook, Twitter dan YouTube, serta mengancam penjarakan karyawan raksasa teknologi tersebut.

Pemerintah India juga dengan terang-terangan melarang Sebagian besar aplikasi China, termasuk TikTok dan WeChat. Melalui upaya tersebut, banyak aplikasi alternatif dalam negeri muncul untuk mencoba memanfaatkan tekno-nasionalisme yang sedang berkembang dan beberapa, seperti Koo yang cepat mendapatkan daya tarik.

Menurut firma analisis aplikasi Sensor Tower, dua aplikasi yang paling banyak diunduh di India hingga Maret 2021 adalah platform video pendek mirip TikTok bernama MX Taka Tak dan Moj. Diikuti oleh Snapchat, Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Pimpinan Koo, Mayank Bidawatka memuji Twitter dan menyayangkan reaksi pemerintah terhadap Twitter dan platform teknologi lainnya. Namun menurutnya, perseteruan pemerintah dengan Twitter telah memberikan keuntungan kepada Koo dan aplikasi India lainnya.

Meyank juga mengatakan, aplikasi lokal memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pasar dan dapat mengambil langkah saat perusahaan teknologi global besar gagal.

“Kami punya bakat, kami mempunyai sumber daya, beberapa dari kami punya pengalaman, ada dana yang tersedia untuk mewujudkan impian seperti ini. Dan ini adalah impian yang cukup besar, kami berbicara tentang menciptakan produk yang sangat relevan,” papar Bidawatka.

Article by

Haluan Logo