in

Respon Pecinta Mobil Kuno atas Larangan Mobil 10 Tahun Masuk DKI

Deretan mobil klasik milik anggota Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) yang hadir saat acara kumpul bareng di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (4/3/2018). Foto: Kompas.com

Pemerintah DKI Jakarta berencana melarang mobil berusia di atas 10 tahun beroperasi di Jakarta. Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) tidak keberatan dengan rencana pemerintah tersebut.

Namun, PPMKI berharap pemerintah tetap memberi sedikit keleluasaan bagi mobil kuno. Setidaknya melihat dari sisi sejarahnya.

“Intinya kami setuju, mobil baru yang memang digunakan sebagai kendaraan harian. Tapi yang dibedakan ada mobil sebagai bagian dari sejarah yang harus kita lestarikan,” ungkap Ketua Bidang Kegiatan PPMKI Marius Praktiknjo, dilansir CNN, Kamis (10/3/2021).

Mobil kuno, kata Marius, jika usianya sudah mencapai 40 tahun, tak lagi dianggap kendaraan biasa. Mobil seperti itu dikategorikan sebagai barang antik yang lekat dengan sejarah.

“Nah meski ada aturan, namun jangan lupa bila ada mobil klasik. Ingat mobil yang sudah 40 atau 50 tahun itu bukan kendaraan, tapi punya nilai, seni, hingga barang sejarah. Nah, mobil seperti itu ya tidak akan keluar harian,” ungkapnya.

Oleh karena itulah, Marius meminta agar mobil kuno yang usianya sudah puluhan tahun tetap diberi ruang untuk beroperasi. Paling tidak, tetap memperoleh izin melintas di jalan raya Jakarta setidaknya satu kali dalam sebulan.

“Jadi ya tolong dibuatkan semacam stiker spesial yang mengizinkan, jadi bisa dipakai sebulan sekali lah. Mobil seperti itu juga kan jumlahnya tidak banyak,” harapnya.

“Tidak akan dipakai buat transportasi rutin kok atau harian dari titik A ke B. Tapi lebih ke pengetahuan (untuk masyarakat) atau bisa sebagai pariwisata,” timpalnya lagi.

Marius mengaku sudah berbicara dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait permintaannya. Jika tidak dikabulkan, pihaknya akan tetap mencoba menyesuaikan diri dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah.

“Ya tidak apa-apa kalo tidak dikabulkan. Cuma ya mungkin kami akan ada di luar kota tersebut saja. Karena mobil tua bagian sejarah bangsa untuk menarik pengunjung, ya sudah tidak apa-apa,” ujar Marius.

Article by

Haluan Logo