in

RI Terapkan Pembayaran Tol Nirsentuh untuk Semua Jenis Kendaraan, Perdana di Dunia

Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang diresmikan Presiden Joko Widodo, 26 Mei 2019. Foto: Kompas.com

Indonesia akan menerapakan sistem pembayaran tol non-tunai nirsentuh berbasis multi-lane free flow (MLFF) dengan teknologi global navigation satellite system (GNSS). Sistem itu akan diterapkan di Indonesia tahun 2022.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyebut, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerapkan sistem pembayaran MLFF berbasis GNSS untuk semua jenis kendaraan.

“Kalau dilihat, kita merupakan yang pertama di dunia yang memanfaatkan teknologi ini untuk semua jenis kendaraan,” beber Danang, dikutip dari KompasTV, Jumat (12/3/2021).

Sebelumnya, sistem pembayaran MLFF berbasis GNSS hanya dikhususkan bagi kendaraan berat atau logistik di Eropa. Kedepannya, pengguna jalan tol diperkenalkan dengan dua perangkat pada sistem pembayaran tol MLFF, yaitu On Board Unit (OBU) dan e-OBU.

OBU adalah alat yang dipasang di dashboard mobil pengguna jalan tol. Sedangkan e-OBU merupakan versi virtual OBU yang dipasang melalui aplikasi gawai pintar pengguna jalan tol.

“Jadi, kita hanya perlu mengunduh aplikasi di telepon genggam kita kemudian (alat) itu akan mengenali seperti OBU yang ada di kendaraan saat melakukan transaksi,” jelas Danang.

Jika sudah mengerti e-OBU, masyarakat tidak perlu lagi membeli OBU yang harus dipasang pada kendaraan pribadi mereka. Sistem ini diprakarsai oleh badan usaha (unsolicited project) asal Hongaria, yakni Roatex Ltd Zrt yang telah disetujui sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019.

Roatex Ltd Zrt ditetapkan sebagai pemenang lelang Badan Usaha Pelaksana Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) tanggal 27 Januari 2021. Keputusan pemenang tersebut diresmikan dengan Surat Penetapan Menteri PUPR Nomor: PB.02.01-Mn/132 tanggal 27 Januari 2021.

Dengan mengadopsi sistem tersebut, pengalaman yang didapat pengguna jalan tol atau user experience akan berbeda dengan sistem transaksi konvensional. Sebab, pengguna jalan tidak lagi harus menempelkan uang elektronik di gerbang tol (GT), melainkan terdeteksi oleh sensor kamera pintar berteknologi GNSS.