in

Soto Cawang di Lahan Parkir, Kuliner Jakarta Sejak 1950an yang Melegenda

Warung Soto Cawang yang menyajikan menu soto betawi yang terkenal enak dan legendaris. Foto: TribunJakarta

Di sebuah lahan parkir luas daerah Cawang, Jakarta Timur, bisa ditemukan kedai soto betawi legendaris. Nama kedainya adalah Soto Cawang.

Meski lokasi kedai Soto Cawang terpencil, namun tak menyurutkan para pencinta soto Betawi untuk blusuk dan bersantap di sana.

“Dulu kakek saya yang mulai berjualan. Saat itu tahun 1950an masih dipikul. Pada tahun 1968, dari jembatan situ, masih kaki lima,” kisah generasi ketiga Soto Cawang, Sutrisna yang akrab disapa Cepih, dilansir TribunJakarta, Kamis (11/3/2021).

Tahun 1968, Haji Suhana pendiri rumah makan Soto Cawang sekaligus kakek Cepih, punya ide untuk berdagang di tempat permanen. Haji Suhana lalu membuka kedai soto di lokasi yang sekarang menjadi lapangan parkir BNN. Akan tetapi, tahun 1991 kedainya digusur.

Sejak 1991 sampai sekarang kedai Soto Cawang berdiri di lahan parkir berdekatan gedung Makodam Jaya dan RS UKI, tepatnya di Jalan Mayor Jendral Sutoyo. Cepih masih menjaga resep asli milik sang kakek.

Cepih bahkan mempertahankan teknik masak dari kakeknya yang bisa dibilang langka di Jakarta sekarang ini. Ia memasak soto dengan menggunakan kayu bakar dan menumbuk bumbu soto dengan cara manual.

“Ini untuk menjaga mutu supaya mutu tetap seperti dulu. Jadi ikut tata cara kakek saya, dulu kakek saya masaknya seperti ini, masih resep asli. Tidak ada yang diubah,” beber Cepih.

Cepih menilai, cara masak tradisional Soto Cawang menyebabkan rasa sotonya berbeda dengan kebanyakan soto Betawi lain.

“Memang sebetulnya memasak pakai gas akan lebih cepat, tapi dari segi rasa, atau aroma, pakai kayu bakar itu pasti beda dengan masak pakai gas,” jelas Cepih.

Selain itu, penyajian Soto Cawang terbilang unik. Jika kebanyakan soto Betawi disajikan dalam mangkuk, Soto Cawang disajikan menggunakan piring. Dalam sepiring Soto Cawang, terdapat irisan tomat, bawang goreng, daun bawang, emping, dan isian yang bisa dipilih.

Pengunjung juga dipersilahkan memilih isian daging sapi, babat, kikil, hati, jantung, lidah, dan tulang muda. Kuahnya menggunakan santan kental tanpa campuran susu. Cepih mengaku bisa menghabiskan 20 buah kelapa untuk mendapatkan santan asli setiap harinya.

Harga satu porsi soto Betawi di Soto Cawang adalah Rp45.000. Harga tersebut sesuai dengan rasa, aroma, serta porsi yang ditawarkan. Soto Cawang dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Article by