in

Tak Terdengar Manusia, Ternyata Begini Cara Jerapah Berkomunikasi

Jerapah hewan yang pendiam. Foto: Pixabay

Jerapah atau dalam istilah ilmiah Giraffa camelopardalis merupakan mamalia tertinggi di dunia yang dapat berdiri setinggi 18 kaki. Mereka biasa hidup dalam kawanan yang berjumlah 5 hingga 20 jerapah.

Dalam kawanannya, jerapah berkomunikasi satu sama lain, meskipun mereka sering dianggap sebagai hewan yang pendiam. Jerapah berkomunikasi secara infrasonik, baik itu dengan erangan dan geraman yang sangat pelan.

Jerapah berbicara satu sama lain dengan suara yang sangat rendah dengan frekuensi rendah pula. Saking rendahnya, telinga manusia tidak dapat mendengar suaranya seperti dikutip dari Sciencing, Kamis (22/4/2021).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir para ilmuwan berhasil merekam dan suara jerapah dengan peralatan perekam khusus. Komunikasi infrasonik yang digunakan jerapah dapat menempuh jarak yang lebih jauh daripada suara bernada tinggi.

Ilmuwan memperkirakan dengan infrasonik, hewan dapat berkomunikasi dengan hewan lain yang jaraknya beberapa mil jaunya untuk memperingatkan bahaya.

Melalui komunikasi, jerapah dapat melakukan banyak hal. Misalnya jerapah jantan biasanya ‘batuk’ saat memanggil jerapah betina untuk kawin.

Jerapah juga berkomunikasi untuk memperingatkan anggota kawanan lainnya tentang bahaya yang terjadi didepan mereka.

Cara lain jerapah berkomunikasi yakni dengan menggunakan matanya atau menyentuh jerapah lain dalam kawanannya. Melalui matanya, ia dapat mengomunikasikan berbagai emosi yang dirasa.

Di alam liar, jerapah menggunakan tatapannya untuk memperingatkan predator agar menjauh dari anaknya atau untuk memperingatkan anggota kawanan lainnya tentang bahaya.

Sebenarnya meskipun mereka tinggal berdekatan, jerapah tidak terlalu banyak menyentuh satu sama lain.

Meskipun mereka memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan kawanan gajah, mereka tidak memiliki hubungan dekat yang akrab seperti yang dimiliki keluarga gajah.

Induk jerapah mungkin hanya mengendus dan mengelus betisnya untuk menunjukkan kasih sayang atau untuk melatih anak jerapah mencari makan atau menghindari bahaya.

Ada pula peristiwa lain jerapah saling terlihat bersentuhan, yakni ketika akan melakukan ritual yang disebut “adu leher”. Ini adalah salah satu bentuk perdebatan antara jerapah jantan.

Tujuannya adalah agar satu jerapah menunjukkan dominasi atas yang lain. Kedua jerapah berdiri dengan kaki terbuka lebar dan saling membungkus atau menggosok lehernya.

Article by