in

4 Kunci Panjang Umur, dari Makanan Hingga Kebiasaan Tidur

Semua orang bisa saja berharap berumur panjang. Namun, proses pertambahan usia juga mempengaruhi organ tubuh. Tak heran jika, orang yang menua juga memiliki kondisi yang tak lagi bugar.

Hal ini karena beberapa penyakit mulai menyerang. Seperti hipertensi, penyakit jantung, gangguan pendengaran, cedera, gangguan penglihatan, hingga penyakit mental seperti demensia atau Alzheimer.

Dilansir laman Tempo, berikut empat hal yang dilakukan para dokter penyakit dalam dan instruktur pribadi untuk memastikan orang menua dengan baik.

Bergerak aktif setiap hari

“Membangun dasar yang kuat untuk kebugaran pada usia yang lebih muda telah terbukti mengarah pada penuaan yang lebih sehat,” kata Eric Goldberg, profesor kedokteran klinis di NYU Langone Health kepada Livestrong.

Namun selama pandemi ada penyesuaian baru. Karena lebih banyak di rumah, dia berjalan dengan jarak yang lebih pendek dan juga melakukan gerakan berbeda setiap hari ketika banyak duduk di depan layar.

Bergerak aktif tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga melindungi dari risiko kerapuhan atau frailty di masa depan.

Frailty ialah sindrom di mana hilangnya otot menyebabkan kelemahan, kelambatan, daya tahan yang buruk.

Kuncinya, kata Goldberg, adalah membiasakan diri agar pergerakan harian ini menjadi lebih otomatis.

Mengganti makanan

Angel Planells, juru bicara media nasional untuk Academy of Nutrition & Dietetics yang berbasis di Seattle, mengatakan variasi adalah faktor X dalam hal membangun pola makan sehat untuk umur panjang.

“Mengkonsumsi berbagai macam makanan – biji-bijian, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu dan daging serta protein non-daging – membantu memberi bahan bakar pada tubuh saya dan membuatnya berjalan seperti mobil sport beroktan tinggi,” kata dia.

Tidur yang cukup

Salah satu saran terbaik dalam hal penuaan yang sehat ialah memprioritaskan tidur.

Brent Agin, pendiri dan direktur medis di Priority You di Clearwater, Florida, menargetkan 7 hingga 8 jam per malam.

“Kualitas tidur lebih penting daripada kuantitas , jadi saya tidak mencoba mencapai siklus tidur yang tidak realistis,” kata Agin.

Olahraga berdasarkan tiga pilar

Aleksandra Stacha-Fleming, pelatih pribadi bersertifikat dan pendiri Longevity Lab NYC melakukan tiga pilar latihan, yaitu latihan kardiovaskular untuk jantung, latihan kekuatan untuk kesehatan dan fleksibilitas tulang, dan latihan untuk keseimbangan.

Tujuan dari gerakan ini bukanlah untuk penampilan, tetapi untuk memungkinkan tubuh bergerak bebas dan melakukan apa yang diperlukan saat lansia.

Article by

Haluan Logo