in

Sebelum Menjadi Kampiun UFC, Figueiredo Pernah Menjadi Kuli Bangunan dan Koki Sushi

Deiveson Figueiredo dikenal sebagai perengkuh gelar UFC kelas Flyweight. Namun siapa sangka, sebelum menjadi kampiun di atas ring oktagon, dulu hidupnya begitu keras sampai pernah menjadi kuli bangunan hingga koki sushi.

Deiveson Figueiredo memegang sabuk juara UFC kelas Flyweight sejak tahun 2020 kemarin. Petarung asal Brasil itu lihai dalam permainan atas, plus cemerlang dalam bergulat.

Rekor kemenangannya di dunia MMA profesional adalah 20 kali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Malah, Figueiredo sudah masuk dalam daftar Pound-For-Pound Top Rank alias petarung terhebat UFC.

BBC mengulas kisah perjalanan karier Deiveson Figueiredo. Jauh sebelum masa-masa kesuksesannya kini, Figueiredo harus jumpalitan demi bertahan hidup.

“Saya berasal dari keluarga miskin, tapi saya mau berjuang. Malah tak jarang, dulu susah sekali untuk makan,” kata petarung berusia 33 tahun itu.

Deiveson Figueiredo lahir di kota kecil Soure, Brasil. Suatu kota di tepian Sungai Amazon, yang kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani.

Figueiredo harus bekerja keras sedari remaja untuk menghasilkan uang. Tapi ketika itu, dirinya juga tertarik dengan dunia seni beladiri dan capoeira jadi pilihannya.n kali dari submissions, dan tiga kali menang angka. Jelas, Deus da Guerra –begitu julukannya– bukanlah petarung sembarangan.

Berjalannya waktu, Deiveson Figueiredo harus pergi merantau demi mendapat pemasukan lebih besar. Dia lantas pergi ke kota besar bernama Belem.

Di situlah dirinya bekerja. Apa saja digelutinya dari jadi kuli bangunan, sampai bekerja jadi tukang cukur rambut di sebuah salon. Yang mana sebelumnya di salon tersebut, Figueiredo sempat bertugas jadi satpam.

“Tapi ternyata, tinggal di kota besar tidak seindah dalam khayalan. Kembali ada momen, bisa bayar uang sewa rumah tetapi kembali kesulitan buat beli makanan,” urainya.

Di kota besar tersebut, Deiveson Figueiredo juga sempat berlatih ke sasana Prazeres. Figueiredo tekun mengembangkan teknik gulat dan tinjunya.

Figueiredo juga mendapat kesempatan dilatih oleh Iuri Alcantara dan Michel Prazeres. Keduanya juga sempat mencicipi pertarungan di UFC.

Michel Prazeres tampak kagum dengan keuletan Figueiredo. Dia memberi kesempatan Figueiredo menjadi koki di restorannya, khususnya koki sushi. Sejak itulah, ekonomi Figueiredo mulai stabil.

Roda kehidupan Deiveson Figueiredo berbalik. Dulu dia banting tulang untuk makan, kini pundi-pundi uang sudah mengalir deras. Jutaan Dollar Amerika sudah masuk ke dompetnya dari pertarungan-pertarungan di UFC.

Figueiredo pernah ditanya, barang mewah apa yang pertama kali dibelinya. Dia menjawab simpel, cuma kacamata hitam.

“Saya suka merawat diri sendiri, karena saya suka menjadi pria yang bergaya,” tutup Figueiredo.

Article by

Haluan Logo