in

Terdamparnya Penyu Terbesar di Dunia di Pantai Sulawesi

Ilustrasi. Foto: Wikipedia

Seekor penyu belimbing, yang merupakan jenis penyu terbesar di dunia, dilaporkan terdampar di pantai Oping, Kecamatan Kakas, Minahasa, Sulawesi Utara, pada Sabtu (12/6/2021). Detik-detik penyu dievakuasi terabadikan dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dibagikan oleh akun Instagram jendry_tentero, penyu belimbing dengan nama ilmiah Dermochelyidae pertama kali ditemukan tengah terjebak di rawa air tawar di Kakas, Minahasa.

Jendry mengatakan, kala itu dia dan teman-temannya sedang berkemah di tepi pantai Oping, Minahasa. Tiba-tiba ada seorang warga yang memberitahu bahwa seekor penyu belimbing sudah dua malam terjebak di rawa air tawar.

Warga di sana yang kebetulan tengah berwisata di pantai kemudian mencoba mengevakuasi penyu untuk kembali ke pantai. Terlihat di dalam video beberapa orang mendorong penyu itu menuju bibir pantai, sementara yang lain terus memberikan air ke tubuh penyu agar tetap basah.

Diduga penyu super langka ini terjebak di rawa usai bertelur. Jika si penyu tidak segera dievakuasi dan terlalu lama diam di air tawar, ini bisa membahayakan nyawa hewan tersebut yang notabene hidup di air asin.

Warga dan para wisatawan akhirnya berbondong-bondong menyelamatkan penyu itu kembali ke laut. Perlu belasan orang untuk bisa melepas penyu belimbing kembali ke laut, karena ukurannya yang sangat besar.

Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, penyu belimbing merupakan penyu terbesar di dunia dan reptil keempat terbesar di dunia setelah 3 jenis buaya. Berat penyu belimbing dapat mencapai 700 kg dengan panjang dari ujung ekor hingga moncong dapat mencapai lebih dari 305 cm.

Penyu belimbing dikenal oleh masyarakat dengan sebutan penyu raksasa, penyu kantong, atau mabo. Dalam Bahasa Inggris disebut leatherback sea turtle. Mereka adalah satu-satunya jenis penyu dari suku Dermochelyidae yang masih hidup.

Penyu belimbing memiliki ciri seperti kulit cangkang berwarna gelap dengan bintik-bintik putih, dan sirip depan panjang, papar WWF. Penyu belimbing betina dapat bertelur empat sampai lima kali per musim, setiap kali sebanyak 60 sampai 129 telur.

Anehnya, sekitar setengah dari telur di setiap sarang sangat kecil untuk dapat berkembang dengan baik, atau tidak memiliki kuning telur. Penyu belimbing bertelur setiap dua atau tiga tahun dengan masa inkubasi sekitar 60 hari.

Penyu belimbing mengonsumsi makanan rendah energi dan rendah protein dari makhluk-makhluk lunak seperti ubur-ubur, cumi-cumi dan tunicates (invertebrata seperti ubur-ubur laut).

Penyu belimbing termasuk hewan langka dan dilindungi, sehingga tempat konservasi penyu belimbing dibuat untuk melindungi dan menangkarkan penyu belimbing.