in

Lima Fakta Menarik Wisata Rammang-rammang hingga Diusulkan Berstatus UNESCO

Wisata Rammang-rammang. Foto: Mongabay Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) Sandiaga Uno berharap Rammang-rammang berstatus UNESCO Global Geopark. Rencananya pada Juli 2021, tim dari UNESCO melakukan penilaian kelayakan kawasan Geopark Maros-Pangkep masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark.

Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno saat menyambangi Rammang-rammang baru-baru ini. Muncul wacana agar kawasan karst di Geopark Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan itu masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark.

“Saya hari ini memberikan dukungan penuh terhadap Maros-Pangkep, geopark yang kita ajukan sebagai UNESCO Global Geopark,” kata Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau pusat informasi Geologi Maros-Pangkep, Kamis (17/6/2021).

Berikut ini sejumlah fakta menarik terkait Rammang-rammang yang ada di kawasan Geopark Maros-Pangkep:

  1. Kawasan karst terbesar kedua di dunia

Kawasan Geopark Nasional Maros – Pangkep (GNMP)/Maros Pangkep Aspiring Unesco Global Geopark (MPAUGGp) meliputi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Secara administrasi masuk wilayah darat dengan luas 223.629 ha dan Kepulauan Spermonde dengan luas 88.965 ha.

Geopark Maros-Pangkep telah mendapatkan status Geopark Nasional pada 2017. Kawasan ini tercatat sebagai kawasan karst terluas di dunia kedua setelah kawasan karst di China. Spesialnya, kawasan karst di Maros Pangkep memiliki tipe menara karst (tower karst) yang terbesar dan terindah kedua di dunia setelah kawasan karst di Shilin Yi, Provinsi Yunnan, China.

Karst Maros Pangkep termasuk salah satu karst kelas dunia yang memiliki keindahan, keunikan, flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi.

  1. Ratusan Gua Purba

Karst Maros-Pangkep memiliki ratusan gua yang pernah ditinggali oleh manusia prasejarah. Budaya masa lalu tergambar melalui peninggalan lukisan prasejarah berusia 40 ribu tahun.

Lukisan itu ditemukan di Leang Timpuseng pada 2014. Lukisan berupa cap tangan dan babi rusa. Lukisan itu membuat lukisan tangan di El Castillo, Spanyol, tak lagi menjadi yang tertua di dunia.

Jejak berupa lukisan purba itu juga ditemukan di Leang Burung, Leang Pettae, serta Leang Pettakere. Sementara itu, di Leang Bettue ditemukan perhiasan berusia puluhan ribu tahun.

Selain itu ada Goa Permata. Stalaktit dan stalakmit di gua ini memiliki beragam bentuk unik. Ada bentuk anjing yang sedang duduk, dinosaurus, pun ada yang menyerupai sesosok ibu sedang menggendong bayinya.

  1. Karajaan Kupu-kupu

Di kawasan ini hidup jutaan spesies kupu-kupu, sampai-sampai mendapatkan julukan “Kingdom of Butterfly”. Predikat itu diberikan oleh naturalis berkebangsaan Inggris Alfred Russel Wallace.

Wallace mengumpulkan 232 jenis kupu-kupu (Lepidoptera) yang terdiri dari 139 jenis Papilionoidea, 70 jenis kupu-kupu malam (moths), dan 23 jenis Hesperiidae (skippers).

  1. Kaya Pilihan Wisata

Sebagai geopark, terdapat beragam pilihan destinasi pariwisata berbasis alam di Maros-Pangkep. Mulai dari geosite, biological site, dan cultural site. Geosite seperti Komplek Rijang Bantimala, Kompleks Metamorfik Pateteyang-Cempaga, Batuan Kerak Samura Parenreng, dan lainnya.

Sementara biological site seperti Hutan Keilmuan Bengo-Makaroewa, Karaenta Primary Forest, Taman Kehati, Taman Botanik Tonasa, juga Taman Argo Botanik Puncak. Adapun Cultural Site seperti Komplek Prehistorik Bellae, Taman Prehistorik Sumpang Bita, Situs Berburu, dan lainnya.

  1. Memiliki Desa Wisata

Desa wisata itu adalah desa Rammang-Rammang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. desa wisata itu diharapkan semakin memperkuat daya tarik wisata kawasan Geopark Maros-Pangkep, sehingga memberi peluang baru bagi masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Desa Wisata Rammang-Rammang juga dikenal dengan atraksi budaya, yakni tari tradisional Paduppa yang biasanya dihadirkan untuk menyambut tamu.

Wisatawan juga dapat menikmati produk ekonomi kreatif seperti suvenir khas yang berupa hasil kerajinan anyaman dari daun nipah, fesyen payet yang juga menjadi salah mata pencaharian warga Kabupaten Maros, dan juga kuliner seperti abon telur, ikan bandeng tanpa tulang, dan ikan kambu.

Terdapat juga fasilitas homestay dan rumah makan di Rammang-rammang Café.

Article by