in

Waspada Resiko Doxing bagi Pengguna Aplikasi Kencang

Ilustrasi. Doxing dapat merugikan seseorang ketika data pribadi diumbar. Foto: Pexels

Menemukan pasangan melalui aplikasi kencan memang cukup mengasyikan untuk sebagian orang, karena fleksibel dan tidak mengenal batas waktu. Hanya dengan menggunakan ponsel dan jari jempol yang lincah, robot Artificial Intelligence (AI) bisa membantu mencari teman kencan.

Namun perlu diingat, hati-hati bagi pengguna aplikasi kencan. Kaspersky menemukan potensi penguntitan dan doxing bagi kalian yang tidak pandai memanfaatkan aplikasi tersebut.

Menurut keterangan resmi Kaspersky, dibandingkan dengan 2017, aplikasi kencan saat ini lebih aman dari sisi teknis, utamanya dalam hal transfer data.

Namun, aplikasi ini masih menimbulkan risiko yang signifikan dalam hal mengekspos terlalu banyak informasi pribadi tentang pengguna, sehingga membuat mereka rentan terhadap ancaman seperti cyberstalking dan doxing.

Perusahaan menganalisis sembilan aplikasi kencan yaitu, Tinder, Bumble, OkCupid, Mamba, Pure, Feeld, Her, Happn, dan Badoo. Hasilnya risiko doxing cukup besar. Bagaimana cara pelaku menguntit pengguna?

Pada 2017, empat aplikasi yang dipelajari memungkinkan untuk melakukan pencegatan data yang dikirim dari aplikasi, dan banyak yang menggunakan protokol HTTP tidak terenkripsi.

Namun pada 2021, situasinya telah membaik secara signifikan. Tidak ada aplikasi yang diteliti menggunakan HTTP, maupun yang melakukan pengiriman data jika protokolnya tidak aman.

Masalah privasi yang signifikan tetap ada dalam aplikasi kencan. Sebagian besar aplikasi kencan memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan akun mereka ke salah satu situs jejaring sosial mereka seperti Instagram, Facebook, Spotify, dan lainnya.

Jika pengguna memilih untuk melakukan ini, maka profil mereka secara otomatis diisi dengan informasi dari situs jejaring sosial tersebut, seperti foto dan informasi biodata.

Pengguna juga diundang untuk berbagi informasi seperti tempat kerja atau universitas mereka. Semua data yang disebutkan di atas memudahkan untuk menemukan akun media sosial para pengguna aplikasi kencan. Alhasil berpotensi terjadinya pemerasan atau doxing bagi pengguna.

“Berhati-hati dengan data yang mereka bagikan seputar diri sendiri, baik di profil kencan maupun dalam percakapan,” imbau Tatyana Shishkova, pakar keamanan Kaspersky.

Terkait keamanan aplikasi kencan, berikut beberapa langkah antisipasi:

  • Jangan terlalu banyak membagikan informasi pribadi (nama belakang, pekerjaan, foto dengan teman, pandangan politik, dan lainnya) di profil Anda.
  • Jangan menghubungkan akun media sosial lain ke profil Anda.
  • Pilih lokasi Anda secara manual, jika memungkinkan.
  • Gunakan otentikasi dua faktor, jika memungkinkan.
  • Hapus atau sembunyikan profil Anda jika tidak lagi menggunakan aplikasi.
  • Gunakan messenger bawaan di aplikasi kencan. Pindahlah ke messenger lain hanya ketika Anda memercayai pasangan Anda. Jika Anda akhirnya memutuskan untuk melakukannya, atur obrolan dengan cara yang membuat informasi pribadi tetap aman.
  • Gunakan solusi keamanan tepercaya di perangkat Anda, seperti Kaspersky Security Cloud. Ini akan membantu mendeteksi aktivitas berbahaya atau mencurigakan di perangkat Anda, serta memeriksa keamanan URL yang dikunjungi.

Article by

Haluan Logo