in

Deretan Layanan Streaming yang Mendulang Pundi Meski Pandemi Belum Usai

Sedari awal pandemi Covid-19, pengguna layanan streaming berlangganan melonjak tajam. Warga Amerika Serikat (AS) tercatat menghabiskan 44% lebih banyak waktu streaming video pada kuartal keempat tahun 2020 daripada tahun sebelumnya.

Melihat peluang ini, tidak sedikit perusahaan yang meluncurkan layanan streaming saat pandemi. Sebut saja NBCUniversal dari Comcast, ViacomCBS, WarnerMedia dari AT&T, hingga Discovery yang baru diluncurkan selama pandemi.

Kemudian layanan streaming berlangganan mana saja yang banyak digunakan. Berikut daftarnya, sebagaimana dilansir dari CNBC International.

Netflix

Netflix merupakan salah satu platform layanan streaming dunia yang memiliki 208 juta pelanggan berbayar, dengan 74,4 juta pelanggan ada di AS dan Kanada. Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) untuk AS dan Kanada sekitar US$ 14,25 atau sekitar Rp 200 ribu (asumsi Rp 14.400) sementara di Indonesia, biaya berlangganan Netflix mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 180 ribuan.

Netflix sendiri membagi pelanggan yang membayar dan ARPU untuk wilayah AS-Kanada, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), Amerika Latin, dan Asia-Pasifik. Netflix tidak mengambil pendapatan iklan, sehingga mereka tidak mengungkapkan keuangan yang terkait dengan iklan.

Disney

Disney memiliki banyak platform layanan streaming. Mulai dari Disney+ (termasuk Hotstar) yang memiliki 103,6 juta pelanggan, dengan ARPU global US$ 3,99 (Rp 57 ribu) lalu Hulu (SVOD saja) dengan 37,8 juta pelanggan dan ARPU US$ 12,08 (Rp 170 ribuan).

Ada pula Hulu (SVOD+TV Langsung) yang memiliki 3,8 juta pelanggan dengan biaya berlangganan US$ 81,83 (Rp 1,1 jutaan). Lalu dan ESPN+ yang memiliki 13,8 juta pelanggan, dengan ARPU US$ 4,55 (Rp 60 ribuan).

Disney agak transparan dengan angka-angkanya, tetapi tidak sejelas Netflix. Disney memasukkan layanan streaming India Hotstar yang jauh lebih murah.

Layanan ini tumbuh lebih cepat secara signifikan berkat platform Disney+-nya. Namun hingga kini perusahaan belum merinci angka total pelanggan per wilayah.

The Information melaporkan bahwa pertumbuhan Disney+ mungkin mengalami stagnasi di AS dan Kanada. Disney juga tidak mengklarifikasi berapa banyak pelanggan streaming-nya dalam uji coba gratis, seperti kesepakatan gratis satu tahun yang ditawarkannya untuk beberapa pelanggan Verizon.

HBO dan HBO Max dari Warner Media

Layanan streaming HBO dan HBO Max sejauh ini memiliki 63,9 juta pelanggan global, dengan 44,2 juta pelanggan berada di AS. Di mana ARPU dipatok US$ 11,72 (Rp 169 ribu) per bulan.

Di AS, beberapa pelanggan TV berbayar mendapatkan HBO Max secara gratis karena mereka sudah membayar HBO. Pelanggan nirkabel AT&T lainnya juga mendapatkan HBO Max yang disertakan dalam bundel mereka.

Amazon Prime Video

Amazon Prime Video memiliki lebih dari 200 juta pelanggan global. Di mana biaya keanggotaan sebesar US$ 12,99 (Rp 180 ribuan) per bulan, US$ 119 (Rp 1,7 juta) per tahun.

Berbeda dengan kebanyakan layanan streaming lain, Amazon memiliki keuntungan lain bagi para pelanggan mereka. Sebagian besar anggota Prime mungkin bukan pelanggan hanya untuk layanan streaming video, tetapi berlangganan untuk pengiriman gratis dan cepat untuk pembelian dari Amazon, diskon Whole Foods, dan manfaat lainnya.

Peacock dari NBCUniversal

Platform layanan streaming Peacock dari NBCUniversal, yang juga perusahaan induk CNBC, kini memiliki 42 juta pelanggan yang sudah mendaftarkan diri. Namun, layanan streamingnya berbeda dari pesaingnya karena beberapa versi Peacock gratis.

NBCUniversal juga belum mengeluarkan harga ARPU, tetapi NBCUniversal secara terbuka memperkirakan jumlah ARPU di tiga tingkatannya dari US$ 6 hingga US$7 per bulan. Minggu lalu, The Wall Street Journal melaporkan kurang dari 10 juta orang membayar untuk Peacock, yakni US$ 4,99 atau Rp 72 ribuan (termasuk iklan) dan US$ 9,99 atau Rp 140 ribuan (bebas iklan).

ViacomCBS

ViacomCBS memiliki beberapa layanan streaming, yakni Paramount+ dan Pluto TV. Kini ada sebanyak 36 juta pelanggan global, terdiri dari pelanggan Paramount+, Showtime, Noggin, BET+, dan lainnya. Sementara ada 50 juta pengguna rata-rata bulanan TV Pluto global.

Hingga kini belum diketahui berapa ARPU yang dikeluarkan pelanggan untuk berlangganan layanan mereka. ViacomCBS juga belum membagi pelanggan geografis, meskipun Chief Financial Officer Naveen Chopra mengatakan “sebagian besar” pelanggan streaming baru adalah pelanggan Paramount+ yang berbasis di AS.

Starz

Meski terdengar asing, layanan streaming Starz, yang dimiliki Lionsgate, memiliki 29,5 juta pelanggan global dan 16,7 juta di antaranya streaming di AS. Mereka menetapkan ARPU sekitar US$ 6 (Rp 80 ribuan) per bulan.

Discovery

Discovery kini memiliki 15 juta pelanggan di semua produk streaming, dengan 13 juta pelanggan berada di Discovery+. Mereka menerapkan keseluruhan ARPU sekitar US$ 7 (Rp 100 ribuan) per bulan. Sementata ARPU untuk Discovery+ yang didukung iklan dipatok ;ebih dari US$ 10 per bulan.

Belum lama ini Discovery juga mengumumkan penggabungannya dengan WarnerMedia. Penggabungan dengan WarnerMedia tidak hanya memberi CEO Discovery David Zaslav lebih banyak konten untuk bersaing, tetapi juga memfokuskan kembali minat investor. Performa streaming Discovery tidak akan menjadi masalah lagi sampai kesepakatannya dengan WarnerMedia selesai.

Apple

Apple memiliki layanan streaming Apple TV+ sejak November 2019. Namun hingga kini belum diketahui berapa jumlah pelanggan global Apple TV+ dan berapa besar ARPU yang mereka tetapkan.

Apple memberikan langganan Apple TV+ secara gratis selama setahun, dan kemudian memperpanjang uji coba gratis tersebut. Tetapi banyak dari uji coba itu berakhir, dan pengguna harus memutuskan apakah mereka ingin menghabiskan US$ 4,99 (Rp 70 ribuan) per bulan untuk layanan tersebut.

Article by

Haluan Logo