in

Trik Mengendarai Motor Sport bagi Pemula agar Tak Lakukan Kesalahan

Ilustrasi pengguna motor sport. Foto: Kompas.com

Sepeda motor dengan transmisi manual atau yang menggunakan kopling, memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan tipe lainnya, seperti motor matik. Pengendara motor sport harus paham benar mengenai fungsi tuas kopling dan cara mengoperasikannya dengan baik dan benar.

Sebab, selama ini masih banyak pengendara motor dengan model sport ini masih melakukan beragam kesalahan, terutama terkait cara mengoperasikan kopling yang tidak sesuai saat berkendara.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, yang perlu dipahami seseorang saat akan mengendarai motor kopling yakni cara pengoperasiannya. Perlu dipahami bahwa fungsi kopling adalah untuk memutus dan menyambung putaran mesin menuju transmisi dan memudahkan saat pindah gigi.

Menurut Agus, kesalahan dalam pengoperasian kopling selama ini tidak hanya dilakukan oleh pengendara pemula. Bahkan mereka yang kesehariannya menggunakan motor tersebut pun tidak luput dari kesalahan.

“Seperti jari tangan yang selalu standby pada tuas kopling, atau menarik kopling saat berbelok. Padahal cara tersebut membuat sepeda motor menjadi los sehingga keseimbangannya menjadi sulit,” ungkap Agus dikutip dari Kompas, Rabu (7/7/2021).

Berikut Agus memberikan tips bagaimana cara mengendari motor kopling dengan benar:

  1. Engine on dengan posisi gigi netral

Sebelum menyalakan mesin motor, sebaiknya pengendara memastikan terlebih dahulu bahwa transmisi di posisi on. Sebab, jika kondisi gigi transmisi tidak netral bukan tidak mungkin motor bisa loncat saat mesin dinyalakan.

  1. Tarik tuas kopling

Tahap selanjutnya adalah dengan menarik tuas kopling dan memasukkan gigi pada posisi 1. Jika sudah masuk pada persneling 1 maka tuas kopling bisa dilepaskan secara perlahan sembari memutar gas.

Jika terlalu cepat melepas tuas kopling atau terlalu tinggi memutar gas, bukan tidak mungkin kendaraan akan meloncat atau kalau tidak mesin motor akan mati. Sebaliknya, jika tuas kopling terlalu lama melepasnya sementara gas semakin dibuka maka motor akan berat saat berjalan.

  1. Oper gigi jika mesin sudah limit

Perbedaan signifikan saat mengendarai motor kopling dengan matik, yaitu perpindahan gigi persneling.

Pada motor matik, pengendara tidak perlu repot-repot memikirkan kapan waktunya akan pindah transmisi. Sementara, saat mengendarai motor kopling pengendara harus paham kapan waktu tepat memindahkan persneling.

“Buka kopling secara perlahan hingga sepeda motor berjalan, jika mesin sudah limit pindahkan ke posisi gigi 2 dan selanjutnya,” jelas Agus.

Article by

Haluan Logo