in

Inggris Didakwa UEFA Atas Ulah Pendukungnya di Final Euro 2020

UEFA mendakwa Inggris karena telah membuat onar di final Euro 2020, yang melibatkan suporternya. The Three Lions kini terancam sanksi berat.

Final Euro 2020 mempertemukan Italia vs Inggris di Stadion Wembley, London, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Laga dimenangkan Gli Azzurri lewat adu penalti 3-2, setelah berimbang 1-1 selama 120 menit.

Mewarnai final sengit itu, fans tuan rumah dinilai bertindak kelewat batas. Banyak pelanggaran dilakukan dari sebelum pertandingan, hingga laga tuntas.

Sebelum laga, terlihat para suporter tanpa tiket nekat menerobos Stadion Wembley. Mereka juga terekam saling pukul saat memaksa masuk ke dalam stadion.

Kemudian, UEFA memaparkan empat pelanggaran yang dilakukan fans Inggris di dalam stadion. Pelanggaran itu adalah menerobos lapangan, melempar benda-benda ke lapangan, membuat gangguan selama lagu nasional berkumandang, serta menyalakan flare.

Pelanggaran itu kini diselidiki UEFA. Badan Kontrol, Etika, dan Displin UEFA akan mengusut kelakuan fans Inggris.

Tentu ada imbasnya, yakni Inggris terancam sanksi atas kelakukan suporternya. Melansir Guardian, Inggris terancam sanksi larangan menghadirkan penonton di laga internasional selanjutnya. Pertandingan Harry Kane dkk di UEFA Nations League berpotensi digelar tanpa penonton.

Inggris sebenarnya punya agenda internasional pada September mendatang, yakni Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa. Namun, sanksi UEFA dinilai akan membuat Inggris dihukum pada pertandingan yang berada di bawah naungan UEFA langsung.

Di Euro 2020, Inggris sebelumnya juga sudah kena denda sekitar 30 ribu Euro dari UEFA, juga karena ulah suporternya. Pada pertandingan semifinal, pendukungnya kedapatan menyorot laser ke kiper Denmark, Kasper Schmeichel, saat hendak menjaga tendangan penalti Harry Kane di babak tambahan.

Selain Inggris, Hongaria juga sudah kena hukuman dari UEFA. Teriakan rasis dan homofobia di Puskas Arena membuat Hongaria didenda 100 ribu euro.

Article by

Haluan Logo