in

Celine Dion Bertransformasi Jadi Ratu Soft-rock Tertuang dalam “Aline: The Voice of Love”

"Aline: The Voice of Love", kisah perjalanan karir Celine Dion yang dikemas ringan. Foto: AFP

Sebuah film biografi berjudul “Aline: The Voice of Love” menawarkan cerita yang ringan dari perjalanan karir Celine Dion di Cannes. Film ini adalah salah satu film biografi musik yang paling sederhana.

Tim produksi film “Aline: The Voice of Love” mengungkapkan, film ini menampilkan Celine Dion sebagai kutu buku yang bertransformasi dari penyanyi cilik menjadi ratu soft-rock. Mereka sengaja mengubah nama Celine Dion menjadi Aline Dieu agar bisa lebih leluasa menyajikan setiap detail cerita.

Namun meski namanya diubah, film ini tetap memiliki kisah yang sangat seperti kehidupan nyata sang penyanyi. Film ini disutradarai Valerie Lemercier, yang sekaligus berperan sebagai Celine Dion usia 12 tahun hingga dewasa.

Lemercier mengatakan bahwa dirinya tak perlu bertemu langsung dengan Celine Dion untuk mendalami peran karena sudah sangat tenggelam dengan penampilan sang penyanyi dalam berbagai acara, termasuk program TV.

“Celine adalah seseorang yang sangat saya kagumi, yang tidak pernah membuat saya bosan. Apapun yang dia lakukan, selalu lucu dan menarik. Dia menawan,” ungkap Lemercier, dikutip dari AFP, Kamis (15/7/2021).

Sebelumnya, perilisan film “Aline: The Voice of Love” terpaksa ditunda karena pandemi dan dijadwalkan ulang untuk rilis di bioskop pada November 2021. Sementara itu, Celine Dion pun rupanya belum menonton film ini.

“Celine belum menonton filmnya dan saya pikir saya juga tidak akan terburu-buru menunjukkannya. Dia kehilangan orang-orang terdekat dan saya pikir saat ini dia harus fokus untuk terus melihat ke depan,” beber Lemercier.

Untuk diketahui, Celine Dion sangat merasa kehilangan setelah sang suami, Rene Angelil, meninggal dunia. Kisah cinta Celine Dion dan Rene Angelil akan menjadi inti yang luar biasa dari film “Aline: The Voice of Love”.

“Tapi sejak awal saya berharap dia menyukainya dan melihat perhatian kita semua yang berusaha menunjukkan karakter humornya,” papar Lemercier.

Film Aline: The Voice of Love telah mendapatkan banyak pujian termasuk dari kritikus asal Inggris Jonathan Romney. Ia mengatakan bahwa film ini adalah karya seni konseptual yang luar biasa.

Article by

Haluan Logo