in

Penyebab Kursi Sleeper Bus Tak Bisa Direbahkan dengan Rata

Kursi sleeper bus. Foto: Kompas.com

Sleeper bus menjadi salah satu pilihan transportasi konsumen ketika ingin bepergian keluar kota. Sleeper bus mirip dengan hotel kapsul yang bisa berjalan.

Namun meski sangat nyaman untuk tidur, ternyata kursi sleeper bus tidak bisa direbahkan secara full. Kursi sleeper bus hanya bisa direbahkan dengan kemiringan sekitar 150 derajat. Apa penyebabnya?

Seperti dijelaskan Brand & Marketing Communication Manager Laksana, Candra Dewi, ada dua faktor yang membuat kursi sleeper bus tidak bisa diratakan seperti kasur. Faktor ini terkait dengan aspek keselamatan dan kapasitas penumpang.

“Ada dua faktor, yang pertama ini terkait dengan regulasi yang ada saat ini di Indonesia. Dan yang kedua, kita lihat dari segi kenyamanan (kemiringan) 150 derajat ini sudah sangat nyaman sekali (untuk penumpang), namun di sisi lain secara kapasitas bisa lebih maksimal,” ungkap Dewi dikutip dari detikOto, Kamis (15/7/2021).

Posisi kursi yang tidak terlalu rebah memang penting untuk safety. Alasannya, hal itu bisa membuat penumpang tetap siaga, utamanya ketika terjadi kondisi darurat yang mengharuskan penumpang bergerak cepat.

Di sisi lain, unsur safety pada sleeper bus seperti model Laksana Legacy SR2 Suites Class sudah dibuat sesuai dengan standar safety seperti bus-bus di Eropa.

“Secara kekuatan rangka (sleeper bus) kita sudah sesuai dengan standar Eropa R66, untuk standar kekuatan kursi dan pemasangannya kita sudah sesuai dengan standar Eropa R80, dan untuk kestabilan bus kami juga sudah sesuai dengan standar Eropa R107,” ungkap Dewi.

“Standar keselamatan ini kami perkenalkan, meskipun secara regulasi belum diwajibkan untuk di Indonesia. Untuk fitur-fitur keselamatan lain yang sesuai aturan kita sudah lengkapi semuanya seperti safety belt, palu pemecah kaca, alat pemadam api ringan, dan lain-lain,” lanjut Dewi.

Article by