in

Membaca Cerita Bareng Anak Redakan Stres Melampaui Dampak Jalan Pagi

Ilustrasi ibu membaca buku cerita bersama anak. Foto: Shutterstock

Aktris Irish Bella punya kebiasaan tersendiri di masa pandemi Covid-19. Tiap malam sebelum tidur, ia rutin membacakan buku cerita untuk sang buah hatinya, Air Rumi Akbar.

Irish Bella mengungkapkan, membacakan dongeng bermanfaat mengajarkan keterampilan berbahasa pada anak. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai momen membangun ikatan (bonding) dengan anak. Ibu dan anak pun merasa nyaman satu sama lain.

“Saat dibacakan cerita, Air kayak ikut ngomong, ikut cerita. Mudah-mudahan dia lebih cepat belajar bicara ya,” ungkap Irish Bella sumringah saat jumpa virtual bersama Mama’s Choice, Kamis (22/7/2021).

Pada kesempatan itu, Irish juga memperkenalkan buku cerita anak kerja sama Mama’s Choice dan penulis Watiek Ideo. Aktivitas membaca cerita bersama anak seperti yang dilakukan Irish Bella terbukti memiliki dampak positif meredakan stres, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menyebut bahwa studi menunjukkan, membaca mampu menurunkan stres lebih baik daripada jalan pagi atau main gim.

Vera menyebut saat aktivitas membaca, akan terjalin ikatan (bonding) antara ibu dan anak. Apalagi diikuti dengan sentuhan fisik akan memicu munculnya hormon oksitosin pada anak dan orang tua.

Hormon oksitosin adalah hormon yang dapat mencegah stres. Hormon ini memiliki efek yang menenangkan.

“Kalau hormon ini muncul, membuat kita merasa hangat, dekat, merasa dibutuhkan. Oh anak saya senang bersama saya, timbul perasaan damai, begitu pula dengan anak,” ungkap Vera dalam kesempatan yang sama.

Kebiasaan membaca sedari kecil juga akan membangun waktu yang berkualitas atau quality time antara ibu dan anak. Ikatan dengan anak pun semakin mudah terbentuk dibandingkan jika mulai membangun saat anak sudah besar.

“Dari sisi bonding, kalau kebiasaan membaca dimulai sedini mungkin, itu berarti kita nyicil (bonding) dengan anak pas sudah besar. Kalau mulai bonding dari anak usia belasan, itu agak susah. Jadi dibiasakan sejak dini, anak nyaman rutin menghabiskan waktu dengan kita,” jelas Vera.

Vera menyarankan untuk mulai membiasakan membacakan cerita sedini mungkin, bahkan sebelum anak lahir. Ibu yang sebelumnya tidak terbiasa membaca, akan bisa mulai sedikit demi sedikit membaca untuk dirinya. Kemudian beranjak membacakan cerita untuk anak dalam kandungan.

“Banyak yang beranggapan anak belum bisa merespons, padahal anak bisa dengar suara ibu saat usia kandungan tertentu,” beber Vera.

Article by

Haluan Logo