in

Langkah Mudah Cek Kondisi Oli Mesin Sendiri di Rumah

Mengecek oli mesin melalui dipstick sepeda motor. Foto: Tribunnews

Salah satu komponen vital bagi kendaraan bermotor adalah oli mesin. Komponen ini berfungsi untuk melumasi komponen mesin agar tidak terjadi gesekan berat yang dapat menyebabkan kerusakan mesin dan overheat.

Penggantian oli mesin sepeda motor rata-rata dilakukan setiap 2.000 kolometer sampai 2.500 kilometer. Penggantian rutin dilakukan untuk menjaga agar kondisi mesin tetap terjaga dan menghindari terjadinya keausan pada komponen tertentu.

Bagi yang belum tahu mengecek kondisi oli motor sendiri, berikut cara yang bisa Anda ikuti:

  • Pertama kamu siapkan tisu satu lembar.
  • Kemudian lipat 4 kali hingga menjadi kecil.
  • Kemudian buka dipstik oli motor Anda yang terletak di tutup oli mesin.
  • Kalau motor Anda tidak menggunakan dipstik oli, bisa menggunakan sedotan atau pipet.
  • Setelah itu, akan terlihat kondisi volume oli yang berada di dipstik.
  • Teteskan oli yang berada di disptik atau pipet ke atas tisu.
  • Kemudian diamkan selama 3 hingga 5 menit.
  • Setelah itu, akan terlihat warna oli yang sudah diteteskan.

“Kalau olinya banyak berada di garis atas atau Full ‘F’ itu tandanya olinya masih full, tapi kalau sudah di bawah garis berarti sudah waktunya dibuang atau ditambah lagi,” ungkap Chairul Anwar, Service Advisor, AHASS Wahana Ciputat, Tangerang dikutip dari GridOto.com.

Untuk memudahkan melihat kondisi oli, Chairul Anwar mengatakan bahwa jika warnanya masih coklat atau bening, itu tandanya masih bagus dan belum perlu diganti.

“Kalau masih coklat dan bening kondisi olinya masih bagus, tapi kalau sudah hitam bahkan mirip kopi susu (akibat terkontaminasi oleh air), maka harus diganti,” jelasnya.

Article by

Haluan Logo