in

Cara Membuat Pupuk Kompos untuk Tanaman Lebih Baik dan Indah

Ilustrasi. Foto: Dekoruma

Pupuk kompos adalah salah satu pupuk favorit yang banyak digunakan karena berasal dari bahan yang tidak mengandung unsur kimia berbahaya dan bisa dibuat sendiri tanpa harus menggunakan alat-alat yang rumit.

Tidak hanya itu, tanaman hias yang diberikan pupuk kompos biasanya akan menghasilkan daun dan bunga dengan kualitas yang baik. Nah, untukmembuat pupuk kompos, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

Sebelum membuat kompos, memilah dulu sampah karena tidak semua sampah organik rumah tangga bisa dijadikan bahan kompos. Pisahkan dulu bahan-bahan yang bisa dijadikan kompos dan yang tidak bisa. Pengelompokkannya dapat dilakukan seperti berikut ini.

Sampah organik yang bisa diubah menjadi kompos:

  • Sampah sisa makanan dari sayur-sayuran, kulit buah, dan daging
  • Bumbu dapur yang sudah kedaluwarsa.
  • Potongan kayu.
  • Daun-daunan.
  • Potongan rambut.
  • Bulu hewan yang rontok.
  • Debu belakang lemari es.
  • Kotoran hewan peliharaan.
  • Kertas bekas dan sampah tisu.

Untuk mempermudah Anda memilih sampah dan menghemat waktu, sebaiknya Anda menyediakan dua buah tempat sampah organik yang telah diberikan label sesuai pengelompokkan. Setiap kali membuang sampah organik, Anda telah secara otomatis memilah di tempatnya masing-masing.

Sampah rumah tangga yang tidak bisa dimanfaatkan untuk kompos:

  • Minyak goreng.
  • Kacang walnut.
  • Tumbuhan yang terkena penyakit.
  • Kertas kado metalik.
  • Boks minuman dengan lapisan bahan metal.
  • Boks kardus makanan berminyak atau memiliki tekstur greasy seperti pada boks pizza.

Bahan-bahan dan Alat Membuat Pupuk Kompos

Membuat pupuk kompos tidak sulit dan bahan-bahannya pun sederhana. Berikut ini bahan dan alat yang Anda butuhkan untuk membuat kompos.

Bahan:

Sampah organik yang sudah dipilah. Anda bisa memotong-motong sampah organik seperti kulit buah dan bahan lainnya menjadi berukuran 1 – 2 cm. Hal ini untuk mempercepat proses pengomposan.

Alat:

  • Wadah besar, ember, atau tong yang dilengkapi penutup agar pupuk yang akan dibuat tidak terkontaminasi. Berikan lubang pada bagian bawahnya, lalu tempatkan di atas susunan batu supaya tidak menyentuh tanah secara langsung dan meminimalkan wadah agar tidak terkena air.
  • Sarung tangan.

Proses Membuat Pupuk Kompos

Ada tiga tahap pembuatan kompos, yaitu proses penguraian kompos, proses pematangan kompos, dan cara mengemas kompos agar tahan lama.

Proses penguraian kompos

  • Siapkan sampah organik yang telah dipilah dan dipotong-potong. Jika ini adalah kali pertama Anda membuat kompos, Anda bisa menambahkan bahan EM4, pupuk kandang, serbuk gergaji, atau ragi kompos untuk mempercepat proses pembusukan sampah. Aduk semua bahan ini minimal seminggu sekali.
  • Untuk pembuatan kompos kedua kali dan seterusnya nanti, Anda bisa mencampurkan sampah organik baru dengan sampah organik lama yang sudah mengalami pembusukan. Di dalam sampah organik lama ini telah terdapat banyak kandungan mikroorganisme yang akan mempercepat proses penguraian sampah organik baru.
  • Setelah bahan dan alat yang dibutuhkan sudah lengkap, berikut ini langkah membuat pupuk kompos.
  • Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa Anda sesuaikan dengan wadah dan jumlah sampah organik.
  • Siram permukaan tanah menggunakan air secukupnya.
  • Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah. Ratakan sampah ke seluruh tanah dan usahakan agar ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.
  • Masukkan kembali tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah.
  • Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.
  • Setelah itu, yang harus diperhatikan adalah memastikan wadah pembuat pupuk kompos tidak terkontaminasi oleh air hujan dan hewan serta wadah tidak boleh terpapar sinar matahari.

Proses pematangan kompos

Setelah proses penguraian, Anda perlu menunggu paling sedikit 3 hingga 6 minggu, tetapi ada juga yang menunggu hingga 3 bulan untuk hasil yang lebih maksimal.

Apabila setelah 3 hingga 6 minggu sampah organik tidak mengeluarkan bau busuk dan hanya bau tanah, maka pupuk kompos Anda siap digunakan untuk bercocok tanam.

Ciri-ciri pupuk kompos Anda memiliki kualitas yang baik adalah memiliki warna cokelat tua hingga hitam seperti tanah, memberikan efek yang baik saat digunakan di tanah, tidak larut dalam air, tidak berbau, dan suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.

Cara mengemas kompos agar tahan lama

Langkah terakhir adalah mengemas kompos yang telah jadi ke dalam botol atau wadah plastik. Hal ini dilakukan supaya pupuk Anda bertahan lama dan kualitas kompos tetap terjaga. Anda bisa membagi kompos ke dalam beberapa wadah dan menutupnya dengan rapat.

Article by

Haluan Logo