in

Gaya Astronaut Tidur di Luar Angkasa, Banyak Tantangannya

Astronaut tidur. Foto: NASA

Mungkin ada yang pernah bertanya-tanya, bagaimana ketika astronaut tidur di ruang angkasa? Sebab di tengah wilayah tanpa gravitasi nampaknya akan sangat sulit bahkan untuk sekadar beristirahat tidur.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Scott Kelly mantan astronaut yang sudah menghabiskan 520 hari di ruang angkasa menceritakan pengalamannya, yang dikutip dari Travel+ Leisure, Rabu (17/2/2021).

Kelly mengungkap bahwa gaya tidur astronaut di luar angkasa sangat berbeda dengan di Bumi karena ada beberapa tantangan yang dialami para astronaut. Di International Space Station (ISS), para astronaut tidur di sebuah kabin berukuran kotak telepon umum.

“Kalian tidak memiliki ruang pribadi untuk tidur. Kalian semua tidur bersama, di mana pun,” kata Kelly, yang terbang dalam dua misi pesawat ulang-alik sebelum menuju ke ISS.

“Jadi, jika seseorang bangun untuk pergi ke kamar mandi, kamu akan mendengarnya,” sambungnya.

Jadi tidak sembarangan orang bisa menjadi astronaut, mereka yang memiliki klaustrofobia juga akan kesulitan menjalani profesi ini.

“Ketika saya terpilih (menjadi astronaut), mereka akan memberi kami tes untuk melihat apakah kami menderita klaustrofobia,” cerita Kelly tentang pelatihan NASA-nya.

Kelly juga mengungkap bahwa astronaut tidur di kantong tidur yang direkatkan ke dinding sehingga mereka tidak melayang-layang saat tertidur. Perbedaan lainnya dengan tidur normal di Bumi, selain mereka harus merekat di tembok, mereka juga harus tidur tanpa selimut.

“Sepanjang hidup, kita tidur dengan selimut, dan kita bisa merasakan tekanan itu. Jadi, saat kita tidak memilikinya lagi, rasanya sedikit aneh,” kata Kelly.

Untuk merasakan sensasi memakai bantal pun astronaut harus berpikir kreatif dengan barang-barang yang ada di pesawat ruang angkasa.

Tidak ada suara di luar angkasa, tapi ada banyak suara di dalam pesawat ruang angkasa. Pesawat ruang angkasa sangat berisik sehingga acap kali Kelly harus memakai penutup telinga.

Pesawat ruang angkasa mengorbit Bumi dengan kecepatan yang sangat tinggi. ISS misalnya, mencapai 27.000 km/jam, yang berarti astronaut dapat melihat 15 atau 16 kali matahari terbit setiap harinya, termasuk saat periode tidur mereka.

Untungnya, di ISS, lebih mudah untuk memblokir cahaya. Mereka juga kedap suara sehingga memungkinkan tidur lebih nyenyak.

Lebih lanjut, Kelly mengatakan, si tempat yang lebih tinggi, astronaut bisa melihat ‘pertunjukan kembang api’ saat mata tertutup. Beberapa misi pesawat ulang-alik, termasuk salah satu misi Kelly, mencapai ketinggian yang lebihtinggi bahkan dari teleskop Hubble Space.

“Pada ketinggian itu, kamu mendapatkan lebih banyak sinar kosmik yang berdampak, dan kamu bisa melihatnya dengan mata tertutup. Mereka seperti kilatan cahaya kecil di penglihatan. Itu mengganggu,” kisahnya.

Astronaut telah melaporkan fenomena ini sejak era Apollo. Sebagian ilmuwan tidak yakin 100% apa penyebabnya yang pasti hal tersebut memengaruhi kemampuan astronaut untuk tidur.

Article by

Haluan Logo