in

Tips Kecilkan Perut Buncit ala Dokter Zaidul Akbar

Keluhan yang sering ditemukan dan dialami oleh pria maupun wanita adalah perut buncit. Kondisi ini tentu tidak baik karena rawan terkena berbagai penyakit dan keluhan.

Perut buncit bisa diatasi dengan beberapa cara. Dilansir laman AyoJakarta, Sabtu (18/9) Dokter Zaidul Akbar membeberkan rahasia perut kembali rata.

“Perut buncit itu muncul karena banyaknya lemak yang menumpuk. Nah masalahnya kita tidak ngerti metabolisme glukosa itu seperti apa,” katanya.

“Glukosa jika dimakan tidak tercerna baik oleh tubuh menjadi glikogen. Nah glikogen pun sama, jika tidak tercerna baik, makan jadi lemak. Jadi nasi itu glukosa, tepung glukosa, gula pasir juga glukosa. Kondisi badan kita saat ini sudah penuh dengan glukosa yang sudah jadi lemak,” lanjutnya.

Dokter Zaidul Akbar kemudian memaparkan cara mengecilkan perut buncit yakni dengan mengubah pola makan dan yang paling utama mengurangi makanan yang berkarbohidrat tinggi.

Tak hanya itu, Dokter Zaidul Akbar juga menyarankan untuk mengikuti program Seven Day Challenge JSR.

“Program Seven Day Challenge JSR adalah pola makanan sehat ala Rasulullah. Selama tujuh hari anda coba hentikan dan hindari makanan seperti nasi putih, berbahan dasar tepung, gula dan makanan berminyak,” katanya.

“Jadi kalau kita mengenal konsep kaya gini tidak perlu pola-pola diet. Kurangi aja apa yang tadi saya bilang. Insya Allah karbon-karbonnya tadi nanti turun, cepat banget turunnya,” kata dia.

Adapun makanan dan minuman yang dianjurkan Dokter Zaidul Akbar selama mengikuti program Seven Day Challenge Jsr, sebagai berikut:

1. Konsumsi air mineral sehari 2-3 liter.
2. Sayur minimal 3 jenis, lebih dianjurkan sayur organik.
3. Olahan makanan harus dikukus, direbus, sangrai atau dioven.
4. Dianjurkan dalam sehari mengonsumsi jus buah dan sayur. Terutama jus jeruk maupun jus apel dan timun.
5. Mengonsumsi makanan dari bahan nabati seperti tempe atau kacang-kacangan.
6. Ganti nasi putih dengan nasi merah, ubi, kentang atau singkong.
7. Ganti gula dengan madu atau buah-buahan manis.
8. Hindari semua produk tepung dan saat masak tidak menggunakan micin atau penyedap rasa.
9. Pola makan ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil atau yang sedang menyusui, berat badan dibawah standar dan seseorang yang memiliki penyakit.
10. Pola makanan ini sebaiknya dikerjakan dengan dibarengi puasa senin dan kamis

Article by

Haluan Logo