in

Disebut Bakal Kurangi 80 Pesawat, Ini Tanggapan Garuda

PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) membenarkan bahwa saat ini pihaknya memproses rencana perampingan puluhan tipe jenis pesawat, termasuk menegosiasikan kembali atau membatalkan pesanan pesawat sebagai upaya restrukturisasi kepada sejumlah lessor.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut hingga kini dirinya belum bisa memastikan jumlah lessor, baik yang menyetujui maupun menolak rencana restrukturisasi tersebut.

“Masih proses semuanya ke lessor. Kepastian dan rencana restrukturisasi kalau waktunya sudah tepat pasti kami informasikan,” katanya dilansir Tempo.co, Selasa (21/9).

Sebelumnya, emiten berkode saham GIAA itu dikabarkan akan merampingkan 80 pesawat. Guna menerapkan restrukturisasi perjanjian sewa pesawat grup dan potensi utang lainnya, Garuda meluncurkan skema pengaturan Inggris. Seperti yang dilansir dari dokumen restrukturisasi oleh www.flightglobal.com, Garuda berencana mengembalikan sejumlah besar pesawat berbadan lebar, termasuk jenis yang tarif dan nilai sewanya sudah tertekan.

Berdasarkan data yang diperoleh Cirium, emiten berkode saham GIAA ini berencana menghapus semua 10 Boeing 777-300ER dari armadanya, serta ketujuh Airbus A330-200-nya. Tercatat, Garuda Indonesia menyewa dua dari 777-300ER-nya dari ALAFCO, dua dari Altavair, dan enam sisanya dari ICBC Leasing.

“A330-200-nya disewa dari Air Lease, Aircastle, Avolon, Carlyle Aviation Partners, CMIG Leasing, DAE Capital, dan TrueAero yang masing-masing mengelola satu pesawat. Sementara itu, Garuda ingin mempertahankan delapan dari A330-300-nya, tetapi menyingkirkan sepuluh sisanya,” tercantum dalam dokumen yang diberitakan oleh flightglobal yang dikutip Selasa.

Article by