in

7 Hal Perlu Dilakukan Sebelum Beli Motor Second agar Tak Rugi

Ilustrasi motor second. Foto: Unsplash

Motor bekas atau second cukup banyak diminati masyarakat karena harganya yang lebih murah dan bisa langsung dipakai. Tapi murah saja tidak cukup. Ada hal yang perlu diketahui sebelum memutuskan membawa pulang motor bekas yang diinginkan.

Dirangkum dari beberapa sumber, ada tujuh hal perlu diperhatikan sebelum membeli motor second agar mendapat motor dengan kondisi baik dan tak merugi di kemudian hari.

  1. Cek harga pasaran

Ada baiknya sebelum membeli motor Anda terlebih dahulu mengecek harga jual pasaran motor yang menjadi minat Anda. Harga jual pasaran dipengaruhi dari tahun produksi motor. Semakin muda tentu lebih mahal.

  1. Cek nomor rangka dan nomor mesin motor

Langkah aman membeli motor bekas selanjutnya adalah memeriksa nomor rangka dan nomor mesin motor.

Pastikan nomor rangka dan mesin sama dengan yang tertera pada STNK atau BPKB. Walau sama, jangan terburu-buru yakin motor itu resmi. Berikut cara memastikan nomor rangka asli:

  • Raba dengan tangan nomor rangka dan nomor mesin motor
  • Pastikan cetakan angka tidak terasa kasar
  • Jika terasa kasar dan bentuknya tidak presisi, Anda patut curiga motor tersebut motor curian
  • Para penadah motor curian, seringkali menyamarkan nomor rangka dan nomor mesin dengan cara diketok untuk mengelabui calon pembeli
  • Batalkan niat membeli jika nomor rangka terasa kasar dan tidak sesuai agar tidak menjadi masalah saat harus mengurus surat-surat kendaraan.
  • Untuk memastikan keaslian nomor rangka dan nomor mesin, Anda dapat memanfaatkan layanan polisi dengan mengirim pesan singkat dengan format Metro(spasi)nomor polisi lalu kirim ke 1717.
  1. Cek kondisi fisik motor

Tahap pengecekan fisik badan motor jadi hal yang cukup penting. Meski terlihat baik secara tampilan, ada baiknya Anda teliti saat memeriksa fisik motor.

Periksa body motor tidak banyak goresan, retak, penyok, atau pecah. Kemudian cek baut motor lengkap dan terpasang kencang.

Anda juga dapat menanyakan ke penjual soal keaslian suku cadang motor. Akan lebih baik jika semua suku cadang yang terpasang merupakan suku cadang original.

  1. Periksa kinerja spidometer

Speedometer pada motor sehat tentu dapat bekerja dengan baik. Speedometer berfungsi menghitung kecepatan dan jarak tempuh. Jika speedometer mati Anda akan sulit memprediksi sudah berapa kilometer motor dikendarai.

Jika lebih dari 20.000 km, maka di kemudian hari Anda akan mengganti sejumlah suku cadang motor. Harganya bervariasi tergantung jenis dan tahun produksi motor.

  1. Periksa kesehatan mesin motor

Tips membeli motor bekas selanjutnya adalah menghidupkan mesin motor. Saat menghidupkan mesin motor, perhatikan hal berikut:

  • Saat mesin diengkol (kick starter) tidak sulit atau keras.
  • Saat mesin dihidupkan dengan electric starter, pastikan dapat menyala dengan sekali percobaan. Aki motor yang terjaga dengan baik tidak menyulitkan motor saat distarter.
  • Jangan gas motor untuk melihat apakah mesin mati mendadak atau tersendat. Jika demikian, kemungkinan ada masalah pada bagian mesin.
  1. Periksa rangka motor

Periksa kelurusan rangka agak sulit hanya dilakukan secara visual. Anda harus menjalankan motor untuk dapat merasakan rangka tidak bengkok.

Caranya adalah jalankan motor dengan kecepatan 40 km/jam lalu tekan rem mendadak, jika motor sulit dikendalikan itu tandanya rangka dan poros setang motor bengkok.

  1. Test drive

Tips membeli motor bekas yang terakhir adalah coba test drive. Dengan cara ini, Anda dapat tahu apakah ada kebocoran pada oli atau air radiator setelah motor berjalan di sela-sela mesin.

Selain itu, dengan test drive Anda dapat merasakan getaran kendaraan salah satunya dari stang, serta kinerja kelistrikan pada bagian lampu depan, belakang, sein, klakson, speedometer yang berfungsi dengan baik.

 

Article by

Haluan Logo