in

7 Pertanda Seseorang Harus Berhenti dari Rutinitas Mengemudi

Ilustrasi. Foto: International-driver

Kemampuan pengemudi seseorang akan berkurang terutama bagi lansia. Seperti gerak melambat, refleks, konsentrasi dan keterbatasan penglihatan.

Bila pengemudi sudah masuk ke fase itu, sebaiknya kurangi atau bahkan hindari aktivitas mengemudi. Jika dipaksakan justru akan membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Kita sebagai keluarga terdekat seharusnya mewaspadai dengan mengenalinya melalui terutama tanda fisik dan mental seorang lansia. Dari sana bisa terlihat apakah seorang lansia masih sigap dalam mengemudi.

Tingkat kecelakaan mulai meningkat secara signifikan setelah usia 75 tahun dan terlebih lagi jika pengemudi berusia lebih dari 80 tahun menurut Centers for Disease Control.

Berikut tanda-tanda seorang lansia mengalami penurunan kemampuan mengemudi:

  1. Fleksibilitas menurun

Fleksibilitas menurun dapat menyulitkan untuk melakukan sejumlah fungsi yang diperlukan untuk berkendara aman, seperti memutar kepala untuk memeriksa titik buta atau mundur, serta menerapkan tekanan yang tepat pada gas dan rem.

  1. Penglihatan buruk

Penglihatan buruk yang terjadi secara alami sebagai bagian dari proses penuaan. Gangguan penglihatan dapat membuat sulit untuk melihat rambu dan sinyal lalu lintas, serta kendaraan lain atau pejalan kaki.

Masalah penglihatan juga bisa membuat sulit untuk menilai jarak. Demikian juga, masalah keterbatasan penglihatan saat malam hari dapat membuat mengemudi menjadi sulit menentukan arah kendaraan.

  1. Pendengaran buruk

Masalah lain terkait pendengaran juga dapat menurunkan keselamatan saat mengemudi. Misalnya, seorang warga lanjut usia dengan pendengaran yang buruk mungkin tidak mendengar suara “penting” seperti sirene ambulans.

  1. Refleks berkurang

Refleks yang berkurang memperlambat waktu reaksi. Saat mengemudi, seringkali perlu untuk bereaksi cepat untuk menghindari situasi di depan kendaraan. Kemudian masalah medis juga potensi mengurangi keselamatan mengemudi antaranya obat-obatan yang dapat mempengaruhi mental atau kesulitan lain ketika berkendara.

  1. Mudah mengantuk

Berikutnya mudah mengantuk yang juga merupakan kondisi tidak aman untuk mengemudi. Jika seorang lansia mengantuk hampir sepanjang waktu, dia berisiko tertidur di jalan. Demikian juga, mengantuk mengurangi refleks lebih jauh.

  1. Perubahan perilaku mengemudi

Perubahan perilaku juga dapat mengindikasikan adanya masalah keselamatan berkendara. Caring.com menyarankan kita mengamati lansia di dalam mobil dan memastikan dia masih melakukan perilaku seperti memasang sabuk pengaman.

Demikian juga, perhatikan agitasi, kebingungan, atau perubahan suasana hati saat mengemudi yang dapat mengurangi keselamatan.

  1. Indikator lain

Sebagian lansia “mungkin” enggan bercerita soal insiden selama perjalanan, oleh karena itu kita wajib menanyakan setiap hal terutama setelah melihat ada goresan pada mobil.

Menurut AAA, dua atau lebih tabrakan atau nyaris celaka dalam dua tahun terakhir yang mengindikasikan ada masalah pada setiap pengemudi lansia.

Pelanggaran lalu lintas juga meningkatkan dan bisa disimpulkan menunjukkan masalah mengemudi. Artinya ini tidak aman untuk mereka pengemudi lansia.

Untuk yang terakhir, seorang lansia yang sering tersesat di jalan sudah menjadi tanda-tanda dan waktunya menghindari aktivitas mengemudi mengutip Love To Know.

Article by

Haluan Logo