in

4 Posisi Pemain Futsal dan Masing-masing Tugasnya

Ilustrasi posisi futsal (gambar: Pixabay.com)

Olahraga futsal memiliki beberapa kemiripan dengan sepakbola. Seperti beberapa posisinya, cara menentukan pemenang pertandingan, beberapa peraturan pertandingan, dan strategi yang digunakan.

Terdapat 4 posisi yang umumnya digunakan untuk membentuk tim futsal. Posisi tersebut memiliki tugasnya masing-masing. Dilansir melalui okezone.com, berikut 4 posisi pemain futsal dan masing-masing tugasnya:

Kiper

Kiper menjadi benteng terakhir pertahanan tim futsal, untuk mencegah gawang dibobol oleh musuh. Posisi ini serupa dengan kiper dalam sepakbola. Kiper boleh menggunakan tangan di dalam area tertentu untuk menghalau bola lawan, untuk mencegah lawan mendapat poin.

Anchor

Posisi ini pada umumnya berada di depan kiper. Anchor bertugas untuk menjadi benteng pertahanan tim, sekaligus pengatur serangan tim. Anchor harus memiliki penguasaan bola, ketenangan, dan visi bermain yang baik.

Flank

Jika dalam sepakbola ada posisi sayap (winger), maka dalam futsal ada posisi flank. Posisi ini menjadi motor serangan tim, untuk mengoyak pertahanan lawan. Biasanya, terdapat 2 flank dalam tim futsal. Berada di sisi kiri dan kanan lapangan.

Flank bertugas mengalirkan bola ke jantung pertahanan lawan. Posisi flank dituntut untuk lihai dalam penempatan posisi. Serta memiliki visi yang tinggi dalam melihat peluang gol. Karena flank bertugas mencetak dan menciptakan peluang gol.

Pivot

Jika sepakbola memiliki striker sebagai ujung tombak, maka futsal memiliki pivot. Pivot bertugas untuk mengeksekusi peluang tim, menjadi sebuah gol.

Pivot dituntut memiliki keseimbangan tubuh yang kuat, mengingat posisinya yang sangat penting di jantung pertahanan lawan.

Pivot dituntut untuk memiliki insting gol yang kuat, sebagai ujung tombak serangan. Selain itu, pivot dituntut menjadi gerbang utama dalam meredam serangan lawan menuju area pertahanan tim.