in

Ban Kendaraan Selalu Warna Hitam di Seluruh Dunia, Begini Sejarahnya

Ilustrasi ban kendaraan. Foto: Tempo

Dari sekian banyak desain kendaraan yang ada di seluruh dunia, ada satu hal yang hampir pasti dimiliki semuanya yaitu ban berwarna hitam. Mengapa ban warnanya hitam? Apa penyebabnya tidak ada warna lain?

Warna alami lateks karet, bahan baku untuk produksi ban, adalah putih susu. Dalang warna hitam pada ban adalah senyawa kimia bernama karbon hitam (carbon black) yang dicampur ke karet saat proses produksi agar ban awet dan digunakan di kecepatan tinggi.

Carbon black yang merupakan produk sampingan dari pembakaran berbagai produk minyak bumi, dikombinasikan dengan polimer lain untuk membuat senyawa tapak ban. Efek samping dari pemakaian carbon black yaitu menggelapkan warnanya.

Dikutip dari Burt Brothers, carbon black merupakan bahan tambahan yang penting untuk ban karena dapat memperpanjang umur ban dengan menghantarkan panas dari bagian-bagian mobil yang cenderung sangat panas selama berkendara.

Carbon black juga melindungi ban dari efek merusak sinar UV dan ozon, dua elemen yang diketahui berkontribusi pada kerusakan ban.

Goodyear menjelaskan tanpa carbon black usia ban lebih pendek sekitar 8 ribu kilometer. Ini membuat penggantian ban baru dalam setahun setidaknya satu atau dua kali yang dapat memberatkan konsumen.

Keuntungan ban berwarna hitam yaitu praktis saat pembersihan, jika warnanya terang akan sulit terus membuatnya tetap terlihat bersih dan bagus. Warna hitam juga dianggap cocok dipadukan ke berbagai desain dan warna cat mobil, ini bukan cuma memudahkan desainer mobil tetapi juga mata konsumen.

Ban adalah komponen mobil yang konstan bergesekan dengan permukaan jalan, jadi kualitasnya sangat penting untuk keselamatan. Secara umum ban tidak dibuat khusus untuk mengejar penampilan tetapi menunjang fungsionalitas.

Pada masa awal terciptanya mobil, kendaraan ini lebih terlihat seperti kereta kayu yang ditenagai mesin. Bagian rodanya dibuat dari kayu dengan pita besi di sekitar pelek.

Seiring berjalannya waktu performa mobil kian meningkat, orang-orang menyadari bahwa ban kayu tidak efektif. Maka pada 1895 ban mobil karet pertama lahir.

Pada awal abad kedua puluh, pembuat ban bereksperimen dengan berbagai teknik untuk membuat produk yang lebih baik. Salah satu eksperimen tersebut mengarah ke penggunaan jelaga dari berbagai proses industri yang dicampur ke dalam campuran karet.

Dikombinasikan dengan benang katun, jelaga (yang mengubah karet menjadi hitam) membuat ban lebih tahan lama, stabil, dan mudah melepaskan panas. Penemuan penggunaan jelaga dalam senyawa karet ban mengarah pada penggunaan bahan kimia yang ditemukan pada ban saat ini, yang dikenal sebagai carbon black.

Article by

Haluan Logo