in

Mengintip Sisi Gelap Pluto yang Diterangi Cahaya

Sisi gelap Pluto yang disinari oleh cahaya dari satelit Charon. Foto: NASA

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengungkap sisi gelap planet kerdil Pluto. Dalam misi New Horizons NASA pada tahun 2015, wahana antariksa itu terbang melewati Pluto. Namun kemudian, wahana berbalik lagi untuk mengambil gambar bagian belakang Pluto.

Misi itu pun rupanya berjalan lancar dan berhasil memperlihatkan beberapa sisi gelap Pluto yang diterangi cahaya yang berasal dari satelit Pluto.

Satelit utama Pluto yang bernama Charon memiliki ukuran jauh lebih kecil dari satelit Bumi. Namun ia bersinar dan lebih dekat ke Pluto, sehingga memberikan lebih banyak cahaya ke sisi Pluto yang menghadap jauh dari mahatari.

Mengutip New Scientist, Senin (8/11/2021) mengambil gambar Pluto dari luar orbitnya memang sulit karena pada posisi tersebut planet disinari oleh Matahari.

Tod Lauer yang merupakan tim New Horizons menganologikan melihat Pluto pada posisi tersebut ibarat mengendarai mobil dengan jendela kotor, melihat Matahari tanpa pelindung, dan mencoba membaca tanda jalan.

Lebih lanjut untuk membuat gambar-gambar dari New Horizons dapat digunakan, Lauer dan rekan-rekannya harus mengerjakan ulang prosedur pemrosesan data misi untuk menghilangkan bagian-bagian gambar yang terkena sinar matahari secara berlebihan.

Setelah bagian-bagian gambar itu dibersihkan para peneliti kemudian dapat memanipulasi apa yang yang tersisa untuk melihat permukaan Pluto yang diterangi cahaya satelit.

Dan usai melalui proses pembersihan yang panjang, gambar yang diambil oleh New Horizons akhirnya menguak beberapa detail pertama dari bagian Pluto yang tak pernah disinari Matahari itu.

Di bawah penerangan redup itu, peneliti menemukan satu tempat yang lebih terang di sekitarnya, kemungkinan itu merupakan deposit es nitrogen atau metana. Peneliti juga menemukan bahwa kutub selatan planet tampak jauh lebih terang daripada kutub utara.

“Perbedaan di kutub ini merupakan hal yang menarik. Mungkin ini menunjukkan sesuatu yang sifatnya musiman,” ungkap Lauerer.

Seperti misalnya petunjuk bahwa endapan es tak bertahan pada periode yang relatif hangat atau partikel kabut dari atmosfer tipis terendapkan di permukaan pada musim panas.

Article by

Haluan Logo