in

Sejarah Pembangunan dan Pemugaran Candi Borobudur

Candi Borobudur (gambar: Unsplash/Snowscat)

Candi Borobudur merupakan bangunan yang telah berdiri selama lebih dari 10 abad. Menjadi saksi sejarah peradaban masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, pada masa lalu.

Selama pembangunannya, Candi Borobudur memiliki lima tahap. Mulai dari meratakan tanah area bukit, hingga proses penyempurnaan bentuk candi. Dilansir melalui katadata.co.id, berikut tahapan-tahapannya:

Tahap pertama (780 M)

Tahap pertama dilakukan dengan meratakan tanah bukit, kemudian menutupnya dengan tanah yang dipadatkan dan ditutup struktur batu. Awal pembangunanya disusun bertingkat seperti piramida berundak.

Tahap kedua dan ketiga (792 M)

Tahap kedua dilakukan dengan menambah dua undakan berbentuk persegi. Bagian pagar langkan dan satu undak melingkar dia atasnya. Terdapat stupa tunggal besar di bagian undak.

Tahap ketiga terjadi perubahan rancangan bangunan. Bagian undak atas dan stupa tunggal dibongkar. Stupa tersebut diganti tiga undak lingkaran. Kemudian dibangun stupa-stupa kecil mengelilingi undak-undak.

Tahap keempat (824 M) dan kelima (833 M)

Tahap keempat dan kelima ini dilakukan untuk menyempurnakan bentuk Candi Borobudur, dengan sedikit perubahan.

Seperti penambahan pagar bagian luar langkan, penyempurnaan relief, perubahan tangga, pelebaran ujung kaki dan pelengkung atas gawang pintu.

Penemuan dan Pemugaran Candi Borobudur

Candi Borobudur sempat ditelantarkan pada abad 10, karena letusan gunung berapi mengganggu pemukiman di sekitar sana.

Candi Borobudur ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles pada 1814, ketika sedang berkunjung ke Semarang. Setelah mendapat laporan mengenai penemuan Candi Borobudur, Raffles mengirim asistennya untuk melakukan penelitian.

Kemudian dilakukan pembersihan besar-besaran pada 1817, 1825, dan 1833. Dengan mengerahkan tenaga kerja sekitar 200 orang.

Pemugaran Candi Borobudur dilakukan dua periode. Pertama oleh Th. Van Erp pada 1907-1911. Kedua oleh pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan UNESCO pada 1973-1983.

Article by

Haluan Logo