in

3 Tipe Saringan Udara, Indikasi Kerusakan dan Antisipasinya

Saringan udara sepeda motor. Foto: Yamaha

Sepeda motor umumnya menggunakan saringan udara atau air filter. Komponen ini untuk menjaga performa mesin tetap maksimal.

Saringan udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang bakar di sebuah mesin. Agar udara yang masuk ke ruang bakar tetap bersih, komponen saringan udara harus dicek secara berkala.

Proses pembakaran yang terjadi di ruang pembakaran sepeda motor ada tiga unsur yang berperan penting yaitu udara, bahan bakar dan pengapian. Karenanya kondisinya harus terjaga baik agar pembakaran terjadi sempurna sehingga menghasilkan performa motor yang maksimal.

Tipe Saringan Udara

Saringan udara memiliki berbagai tipe di antaranya sebagai berikut:

  1. Tipe basah (elemen basah), material dasarnya spons yang direndam dengan oli (urethane foam). Dapat digunakan kembali setelah dicuci, perawatannya dicuci menggunakan air sabun, direndam di dalam oli (mengacu pada buku petunjuk pemilik untuk rekomendasi oli).
  2. Tipe kering (elemen kering), material dasarnya saringan kertas atau kain tenun (dried cloth). Dapat digunakan kembali setelah dibersihkan, perawatannya dibersihkan dengan kompresor.
  3. Tipe viscous (elemen kertas berlapis oli), material dasarnya kertas direndam dengan oli. Tidak disarankan pembersihan berkala dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Untuk tipe ini disarankan untuk penggantian berkala.

Indikasi Kerusakan

Dikutip dari keterangan resmi Yamaha, indikasi masalah pada saringan udara motor sebagai berikut:

  1. Konsumsi bahan bakar terasa lebih boros, penyebabnya filter tidak maksimal menyaring udara bersih yang digunakan sebagai komponen pembakaran.
  2. Suara mesin abnormal yang dipicu terganggunya suplai udara atau berkurangnya volume udara yang disalurkan ke ruang pembakaran di mesin motor.
  3. Tarikan motor terasa berat karena kondisi saringan udara yang kotor.

Antisipasi Kerusakan

Untuk mengantisipasi kerusakan, lakukan perawatan saringan udara motor dengan beberapa langkah berikut:

  1. Lakukan service berkala secara rutin. Dengan begitu dapat dilakukan pengecekan kondisi saringan udara oleh teknisi.
  2. Penggantian saringan udara secara berkala dan disarankan rata-rata pemakaian setiap 12 ribu km. Penggantian dapat lebih cepat jika sering melewati jalan yang berdebu.
  3. Gunakan produk air filter yang direkomendasikan, yang bisa diperoleh di bengkel resmi dan bengkel kepercayaan terdekat.

Article by

Haluan Logo