in

Tips Berbisnis Fashion ala Pengusaha Batik Sukses

Ilustrasi batik. Foto: Shutterstock

Seorang pengusaha batik sukses membagikan kiat menjalani bisnis fashion. Dia adalah Frida Nursanti, pemilik brand Frida Aulia Indonesia.

Frida merupakan pengusaha batik di tingkat nasional maupun internasional. Karya-karyanya telah dikenal di kalangan selebriti Indonesia.

Alumnus IPB ini menceritakan, dirinya tak pernah terpikir dapat menjadi fashion designer. Namun, dia menegaskan, dia memulai bisnis fashion berawal dari menjadi reseller hijab.

“Saya tidak menggunakan model khusus untuk mempromosikan produk. Namun, untuk menarik minat konsumen, saya memakai sendiri produk-produk tersebut,” ucap Frida melansir laman IPB, Kamis (11/11/2021).

Dari sanalah, kata dia, bisnis fashion miliknya berkembang. Jumlah konsumennya berkembang dari hanya teman dekat hingga selebriti Indonesia. Bahkan, dia sudah memiliki konsumen di pasar global.

Frida juga memberanikan diri untuk merencanakan fashion show di bawah nama Frida Aulia Indonesia. Dia menuturkan, kiat-kiat memiliki bisnis fashion yang pertama adalah memiliki ciri khas dan identitas. Dengan begitu, dapat bersaing dengan merek lain dan produk online.

“Pelaku usaha harus fokus terhadap usaha yang dipilih serta yakin dan optimis,” jelas dia.

Menurutn dia, produk yang dimilikinya mempunyai ciri khas yang simpel, elegan, dan dengan bahan dasar batik. Batik yang didesainnya berkaitan dengan Kota Bogor dan pengalaman hidupnya.

“Jadi kuncinya adalah bagaimana kita mencintai profesi ini. Bila sudah mengambil bisnis fashion, maka nikmatilah bisnis ini serta utamakan kualitas,” ungkap dia.

Dia menambahkan, strategi marketing juga harus direncanakan dalam menjalani bisnis apapun, termasuk di fashion. Jadi pebisnis fashion harus pandai menganalisis pasar dan saingan untuk merencanakan launching produk selanjutnya.

Kekuatan sosial media, lanjut dia, juga dapat dimanfaatkan untuk menarik pasar, terutama di masa pandemi.

“Yang tidak kalah penting, yakni pengusaha bisnis fashion harus mau berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai mitra. Serta memastikan risiko yang dihadapi sesuai dengan kemampuan diri,” tutur alumnus IPB angkatan 32 ini

“Namun yang terpenting adalah untuk memulai bisnis dari hal-hal yang dicintai sehingga dapat bermakna,” imbuh Frida.

Article by

Haluan Logo