in

7 Pemicu dan Tips Atasi Perilaku Burung Peliharaan yang Agresif

Ilustrasi burung peliharaan.

Sebetulnya, tidak ada burung yang agresif atau jahat. Namun, pada kondisi tertentu, ada burung yang ketakutan dan memiliki masalah emosional sehingga menyebabkannya ingin menghindari penanganan. Saat kondisi itulah burung bisa menjadi agresif.

Ketika salah satu burung ini menemukan dirinya dalam situasi sebagai hewan peliharaan, hal itu bisa menjadi masalah bagi burung dan pemiliknya sehingga dapat menyebabkan burung menjadi agresif.

Berikut ini beberapa hal yang memicu burung peliharaan menjadi agresif dan cara mengatasinya, dikutip dari The Spruce Pets, Selasa (16/11/2021).

Pemicu burung peliharaan jadi agresif

Penyebab paling umum dari agresi pada burung adalah ketakutan atau pengalaman traumatis sebelumnya. Ini dapat menyebabkan masalah penanganan, gigitan, dan serangan ketika burung berinteraksi dengan pemiliknya dan orang lain.

Namun, burung itu kompleks dan sejumlah hal ini dapat menyebabkan perilaku agresif pada burung. Nah, berikut beberapa hal yang memicu burung jadi agresif.

  1. Ketakutan sering berkembang pada burung peliharaan yang tidak diberi makan ketika masih muda.
  2. Kurangnya sosialisasi yang tepat dapat membuat burung takut pada manusia, burung lain, atau pengalaman baru.
  3. Beberapa burung menjadi agresi atau cemburu ketika pemiliknya berinteraksi dengan orang lain. Ini memainkan naluri “ikatan pasangan” alami yang dimiliki banyak spesies burung dan Anda mungkin terlihat sebagai pasangan burung peliharaan.
  4. Jika mengadopsi burung yang lebih tua, mungkin saja hewan terbang itu telah diperlakukan tidak baik atau diabaikan oleh pemilik sebelumnya.
  5. Beberapa burung menjadi agresif selama masa remajanya karena perubahan hormon. Ini biasanya akan berlalu begitu burung melewati tahap ini.
  6. Melindungi wilayahnya seperti sangkar burung atau pengumpan.
  7. Burung stres atau kurang stimulasi mental.

Tips mengatasi perilaku agresif

Jika burung peliharaan menggigit ketika Anda mencoba menanganinya, Anda harus menyisihkan waktu setiap hari untuk bekerja menanganinya.

Anda dapat menggabungkan upaya mengurangi agresif burung ke dalam penanganan normal. Misalnya, melatih ikatan dengan burung peliharaan atau melatihnya menikmati belaian.

Bahkan mengajarinya cara melakukan trik burung yang menyenangkan. Intinya, semakin bekerja dengan burung, semakin burung menikmati kebersamaan dengan Anda dan semakin tidak agresif tindakannya.

Untuk mengatasi perilaku burung yang afresif, berikut tips dan teknik yang dapat membantu Anda membuat burung menjadi lembut dan menyenangkan.

  1. Pindah ke lokasi netral

Jika memungkinkan, pindahkan sangkar burung ke lokasi netral selama sesi latihan. Mengeluarkan seekor burung dari “wilayahnya” terkadang dapat membuatnya lebih mau bekerja sama dengan pemiliknya dan mencegah agresi teritorial apa pun.

  1. Jangan paksa kontak

Jika burung menerjang jari-jari Anda saat meletakkan tangan di dekatnya, cobalah untuk tidak tiba-tiba tersentak karena takut. Gerakan Anda yang cepat kemungkinan akan membuat burung semakin gugup dan gelisah.

Mengambilnya perlahan dan mudah adalah metode yang lebih baik. Jangan mencoba memaksa kontak. Cobalah menyerahkannya kepada burung untuk memutuskan kapan ia cukup nyaman untuk melangkah atau menerima hadiah.

  1. Coba pelatihan tongkat

Melatih seekor burung untuk menaiki tongkat atau hinggap disebut sebagai “pelatihan tongkat”. Ini adalah alternatif yang disarankan untuk melatih burung yang awalnya tidak bisa ditangani.

Ini adalah pendekatan yang kurang invasif dan lebih mudah bagi burung yang ketakutan atau trauma pada masa lalu untuk menerima cara bergerak ini tanpa paksaan.

  1. Hindari berteriak

Berteriak dalam kemarahan (atau kesakitan) tidak akan membuat burung mengerti bahwa  telah melakukan sesuatu yang salah.

Faktanya, ini lebih mungkin untuk memperkuat perilaku buruk burung peliharaan. Apa pun yang terjadi, hindari godaan untuk meneriaki atau menghukum burung.

  1. Berikan hadiah makanan

Tawarkan camilan pada burung peliharaan dan bicaralah dengan suara menenangkan saat mencoba menanganinya. Menggunakan suguhan dan pujian akan membantu hewan peliharaan lebih bersedia berinteraksi dengan Anda dan itu jauh lebih efektif daripada disiplin.

Jika setiap interaksi dengan burung menghasilkan pengalaman positif, kemungkinan besar burung menjadi lebih nyaman dan terbuka untuk hubungan yang lebih dekat dengan Anda.

  1. Bangun kepercayaan melalui pengulangan

Pengulangan dan konsistensi adalah kunci pelatihan. Luangkan waktu untuk bekerja dengan burung peliharaan setidaknya sekali sehari untuk memastikan keberhasilan.

Ingatlah bahwa terkadang perlu waktu untuk membangun kepercayaan dengan seekor burung, jadi jangan menyerah.

  1. Jangan terlalu mengajari burung

Awalnya, pertahankan sesi pelatihan maksimal 15 menit. Burung adalah makhluk yang cerdas dan sensitif serta perlu bersenang-senang untuk menjaga kesehatan mentalnya dan menghindari stres.

Article by

Haluan Logo