in

Gapura Batu Bata Terbesar di Dunia Terancam Roboh

Arc of Ctesiphon di Irak. Foto: (Aliph/Newsflash).

Arch of Ctesiphon, lengkungan batu bata terbesar di dunia yang ada di Irak, yang kini berusia 1.400 tahun sedang direstorasi sebagai upaya untuk mengembalikan rupa megahnya, kata pihak berwenang Kamis (25/11) waktu setempat.
Monumen yang terkenal pada abad ke-enam itu terletak sekitar 30 kilometer di selatan ibukota Baghdad, merupakan struktur terakhir yang masih berdiri dari ibukota kekaisaran Persia kuno Ctesiphon.

Pemugaran pada gapura, yang juga dikenal sebagai Taq-i Kisra dari nama Persia-nya, dilakukan pada 2013 lalu setelah lempengan besar jatuh karena lembab akibat hujan. Namun batu bata baru juga mulai berjatuhan setelah hujan lebat tahun lalu.

Tahap pertama pengerjaan dimulai pada Maret dan akan berakhir bulan depan, kata David Michelmore, pakar konservasi yang bekerja dengan tim arkeolog dari University of Pennsylvania.

“Yang runtuh saat ini bukanlah konstruksi asli Sassania, melainkan perbaikan modern. Ada banyak rekonstruksi yang dilakukan pada 2013-2014 dan mungkin semua ini perlu diturunkan dan diganti,” katanya kepada AFP.

Pembangunan dimulai pada 540 Masehi selama perang panjang Dinasti Sassanid Persia dengan Kekaisaran Bizantium.
Lengkungan tersebut merupakan bagian dari kompleks istana yang dimulai tiga abad sebelumnya.

Lengkungan setinggi 37 meter dan panjang 48 meter, menjadikan bangunan ini sebagai lengkungan batu bata terbesar di dunia.

Menteri Kebudayaan Irak Hassan Nazim mengatakan pekerjaan itu bertujuan untuk “mengkonsolidasikan” situs tersebut. Fase saat ini dibiyai dengan anggaran sebesar US$700 ribu (sekitar Rp9 miliar) dari Aliansi Internasional untuk Perlindungan Warisan di Area Konflik (ALIPH).

Article by

Haluan Logo