in

Mengenal DVB-T2, Penangkap Siaran TV Digital

Ilustrasi seorang perempuan mencoba TV Digital. Foto: Shutterstock

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mulai menyuntik mati siaran TV analog dan berganti dengan TV digital pada 30 April 2022. Untuk itu diperlukan perangkat televisi dan set top box (STB) yang mendukung Digital Video Broadcasting – Second Generation Terrestrial (DVB-T2).

Lalu apa itu DVB-T2? DVB-T2 adalah sistem transmisi terestrial digital yang dikembangkan oleh proyek DVB. Ini menjadi standar transmisi siaran terbaru untuk TV digital

Pada April 2007, teknologi ini mulai dikomersialkan sebagai pengganti DVB generasi pertama. DVB-T2 banyak diadopsi negara di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.

DVB-T2 menerapkan teknik modulasi dan pengkodean terbaru untuk memungkinkan penggunaan spektrum terestrial yang sangat efisien untuk pengiriman layanan audio, video, dan data ke perangkat tetap, portabel, dan seluler. Ada sejumlah peningkatan yang dibawa teknologi ini dari pendahulunya.

Dibandingkan DVB generasi pertama, DVB-T2 punya kapasitas transmisi setidaknya 30 hingga 50% lebih tinggi dan kinerja SFN yang lebih baik. Jika dibandingkan TV Analog, DVB-T2 sama sekali tidak terpengaruh oleh cuaca.

Dengan DVB-T2, kita dapat menikmati saluran TV digital dengan kualitas HD secara gratis. Jumlah saluran digital yang ditangkap akan tergantung sepenuhnya pada apakah sinyal antena kuat atau tidak.

Saat ini banyak televisi yang sudah terintegrasi dengan DVB-T2, sehingga bisa langsung menikmati siaran TV Digital. Tapi jika perangkat televisi tidak memiliki dukungan teknologi tersebut bisa memasang STB yang dijual terjangkau di toko online.

Apakah harus memasang antena? Jawabannya iya. Layaknya TV analog, kita pun harus memasang antena untuk menerima sinyal siaran TV digital. Namun, pemasangan dan penggunaan antena untuk DVB-T2 ini sangat sederhana dibandingkan TV analog.

Kita dapat memasang antena indoor pada perangkat yang mendukung DVB-T2. Namun menurut beberapa praktisi, jika kamu menggunakan antena luar UHF, jumlah saluran digital yang diterima bisa lebih banyak.

Article by