in

Temuan Berlian Langka dari Perut Bumi yang Tak Pernah Ada Sebelumnya

Ilustrasi temuan berlian langka di perut bumi. Foto: Shutterstock

Para ilmuwan telah menemukan sampel berlian langka yang berasal dari perut Bumi yang belum pernah ada sebelumnya yang dinamakan davemaoite.

Temuan ini terjadi setelah ahli geofisika terkemuka Ho-kwang (Dave) Mao menemukan sampel mineral berlian yang tak pernah ditemukan sebelumnya itu menggunakan teknik khusus.

Berlian ini merupakan contoh pertama dari kalsium silikat perovskit (CaSiO3) yang ditemukan di permukaan Bumi. Pasalnya, berlian ini hanya bisa dihasilkan di daerah bertekanan tinggi di perut Bumi.

Bentuk lain dari CaSiO3 yaitu dikenal sebagai wollastonite yang banyak ditemukan di seluruh dunia. Tetapi davemaoite berbeda, karena memiliki struktur kristal khusus yang hanya bisa terbentuk di bawah tekanan tinggi dan suhu tinggi di inti bumi.

Davemaoite telah lama didug menjadi mineral yang banyak terdapat dan menjadi susunan geokimia penting di inti bumi. Tetapi para ilmuwan tidak pernah menemukan bukti langsung keberadaan mineral ini karena berlian ini telah terurai menjadi mineral lain ketika bergerak dari inti ke permukaan Bumi.

Namun, analisis berlian dari Botswana, yang terbentuk di mantel sekitar 660 kilometer di bawah permukaan bumi, telah mengungkapkan sampel davemaoite utuh yang terperangkap di dalamnya.

Hasilnya, Asosiasi Mineralogi Internasional kini telah mengkonfirmasi davemaoite merupakan bentuk mineral baru.

“Penemuan davemaoite datang sebagai kejutan,” kata penulis utama Oliver Tschauner, seorang ahli mineral di University of Nevada, Las Vegas, dikutip Live Science.

Tschauner dan tim menemukan sampel davemaoite dengan teknik difraksi sinar-X sinkrotron, yang memfokuskan berkas sinar-X berenergi tinggi pada titik-titik tertentu di dalam berlian dengan presisi mikroskopis.

Dengan mengukur sudut dan intensitas cahaya yang kembali, peneliti dapat mengurai apa yang ada di dalamnya. Tschauner mengatakan sampel davemaoite di dalam berlian hanya berukuran beberapa mikrometer. Jadi teknik pengambilan sampel yang kurang kuat akan melewatkannya.

Davemaoite diyakini berperan penting dalam inti bumi. Para ilmuwan berteori bahwa mineral tersebut mungkin juga mengandung elemen lainnya, termasuk uranium dan thorium, yang melepaskan panas melalui peluruhan radioaktif.

Oleh karena itu, menurut Tschauner davemaoite disebut dapat membantu menghasilkan sejumlah besar panas di mantel.

Dalam sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Science, para peneliti menggambarkan mineral tekanan tinggi teoritis lain dari mantel, yang dikenal sebagai bridgmanite. Namun, sampel bridgmanite tidak berasal dari mantel melainkan di dalam meteorit.

Menurut laporan Space, penemuan davemaoite menunjukkan bahwa berlian dapat terbentuk lebih jauh di dalam inti Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa inti Bumi mungkin menjadi tempat terbaik untuk mencari lebih banyak mineral baru.

Article by

Haluan Logo