in

Manfaat Diet Gula Bagi Kesehatan dan Cara Melakukannya

Menjalani diet gula untuk jangka waktu tertentu dinilai cukup efektif untuk mengurangi berat badan. Tak hanya itu, ada banyak manfaat diet gula lainnya. Misalnya, mengurangi risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, masalah gigi, hingga jantung.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sebagian besar orang dewasa di Amerika Serikat suka mengonsumsi gula tambahan yang berasal dari makanan dan minuman olahan. Jumlah gula tambahan itu diperkirakan menyumbang 15 persen pada total kalori harian mereka. Jika diabaikan, maka risiko terkena penyakit berbahaya bisa menjadi lebih besar.

Batas Konsumsi Gula Harian
Berdasarkan aturan Kementerian Kesehatan Indonesia, batas konsumsi gula per hari adalah 10 persen dari total energi (200 Kkal). Konsumsi gula tersebut setara dengan 4 sendok makan per hari. Sementara untuk gula tambahan dari minuman atau makanan lainnya masih boleh dikonsumsi, asalkan tak lebih dari 5 persen asupan energi total harian.

Berikut Manfaat Diet Gula bagi Tubuh dilansir Medical News Today.

Menurunkan berat badan
Gula merupakan karbohidrat sederhana yang menyumbang kalori tinggi apabila dikonsumsi berlebihan. Sisa gula yang tak terpakai di dalam tubuh kemudian disimpan sebagai lemak sehingga menyebabkan kenaikan berat badan. Jika asupan gula dibatasi, tubuh otomatis menggunakan cadangan lemak untuk dipecah menjadi energi sehingga membantu menurunkan berat badan.

Mengurangi risiko kanker kulit
Manfaat diet gula juga memberikan dampak baik pada kesehatan kulit agar terhindar dari risiko kanker kulit, penuaan dini, psoriasis, hingga mudah berjerawat. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology 2014 menyebut bahwa pola makan tak sehat seperti terlalu berlemak dan tinggi gula garam, dapat memengaruhi kondisi kulit.

Mengurangi risiko penyakit kronis
Obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, sindrom metabolik, permasalahan gigi, tekanan darah tinggi hingga jantung, merupakan penyakit yang disebabkan dari konsumsi gula berlebih. Dengan mengurangi jumlah gula, risiko terkena penyakit kronis masih bisa dihindari.

Article by