in

Penyebab Mimisan dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi mimisan. freepik.com.

Mimisan, atau istilah medisnya epistaksis, ditandai dengan keluarnya darah yang berasal dari rongga hidung.
Penyebab mimisan bersifat multifaktor. Dilansir Healthline, mimisan terbagi dalam dua jenis, yaitu anterior akibat pembuluh darah bagian depan hidung yang pecah dan posterior yang terjadi di bagian terdalam sehingga berbahaya.

Mimisan yang berlangsung jarang sebenarnya bukan masalah serius karena masih dapat ditangani dengan metode pengobatan rumahan. Namun, berbeda dengan mimisan yang sering terjadi, seperti hampir setiap minggu. Kondisi ini wajib dikonsultasikan ke dokter.

Berikut penyebab umum dari mimisan yang perlu diketahui.

1. Flu
Flu atau pilek bisa menyebabkan bersin berulang sehingga rongga hidung mengalami peradangan yang berujung pada mimisan. Kondisi ini lebih rentan pada rinitis alergi dan non-alergi (radang selaput hidung).

2. Udara dingin
Suhu dingin membuat kulit terasa kering. Selain itu, udara dingin juga meningkatkan potensi mimisan. Kekeringan menyebabkan pengerasan kulit dalam hidung, yang kemudian memberi efek gatal dan iritasi.

3. Efek semprotan hidung
Terlalu sering memakai semprotan hidung untuk mengobati hidung berair, gatal, atau tersumbat dengan jenis antihistamin dan dekongestan bisa membuat selaput hidung kering. Selaput hidung yang kering lebih mudah mengalami mimisan.

Cara mengatasi mimisan

Mimisan anterior
Jika mengalami mimisan anterior yaitu berdarah pada bagian depan lubang hidung, cobalah duduk rileks sambil tekan perlahan bagian hidung. Pastikan lubang hidung tertutup dan lakukan teknik tersebut selama 10 menit, sembari condongkan tubuh sedikit ke depan, lalu bernapas melalui mulut agar perdarahan berhenti. Jangan berbaring saat mimisan terjadi. Berbaring justru berisiko membuat Anda menelan darah yang bisa berujung pada iritasi perut.

Mimisan posterior
Mimisan posterior terjadi di bagian belakang hidung. Darah cenderung mengalir dari bagian belakang hidung hingga ke tenggorokan. Mimisan posterior jarang terjadi kecuali pada kondisi tertentu seperti sakit. Jenis perdarahan hidung ini harus langsung dirujuk ke dokter. Begitu pun dengan penyebab mimisan lain akibat cedera benda asing.