in

Fakta-fakta Menarik Laos Setelah Depak Malaysia di Piala AFF U-23

Timnas Laos (kiri). Foto: Antara

Sejumlah fakta menarik tersaji usai timnas Laos sukses mendepak Malaysia di fase Grup B Piala AFF U-23 2022, Senin (21/2/2022).

Bertanding di Stadion Morodok Techo, Senin (21/2/2022), Malaysia tumbang 0-2 dari Laos. Gol kemenangan Laos masing-masing dibukukan Bounphachan Bounkong (43′) dan Souksakhone Bouaphaivanh (86′).

Kekalahan ini sekaligus membuat Malaysia tersingkir dari turnamen karena di pertemuan sebelumnya juga menelan kekalahan 1-2 dari Laos.

Malaysia dan Laos harus berhadapan dua kali di fase Grup B karena dua kontestan lainnya, Indonesia dan Myanmar memilih mundur dari Piala AFF U-23 edisi kali ini karena Covid-19.

Dua kekalahan beruntun dari Laos menjadi pukulan telak bagi Malaysia yang semula diprediksi lolos ke semifinal tanpa hambatan berarti. Faktanya, Laos malah muncul sebagai kejutan besar.

Berikut fakta Laos usai depak Malaysia di Piala AFF U-23:

  1. Cetak Sejarah

Lolos ke semifinal Piala AFF U-23 2022 jadi sejarah baru bagi Laos yang sebelumnya tak pernah lolos dari babak penyisihan grup.

Gelaran Piala AFF U-23 2022 di Kamboja jadi penampilan kedua Laos di turnamen kelompok umur ini. Sebelumnya mereka gagal lolos fase grup Piala AFF U-23 2005. Sementara pada edisi 2019, Laos memutuskan untuk mengundurkan diri.

Mereka baru tampil kembali pada edisi ketiga yang berlangsung di Kamboja. Hasilnya, Laos melangkah ke semifinal usai mengalahkan Malaysia di dua pertandingan.

  1. Pelatih Tersukses Laos

Michael Weiss jadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Laos di pentas sepakbola ASEAN. Ia menjadi juru taktik pertama yang mampu meloloskan Laos ke fase gugur Piala AFF U-23.

Pelatih asal Jerman itu terbilang sukses memberi warna baru bagi sepak bola Laos dalam waktu yang singkat karena baru resmi menangani timnas Laos U-23 sejak 2022.

  1. Usia Rata-rata Pemain 19 Tahun

Laos kali ini lebih banyak menurunkan pemain muda di Piala AFF U-23 2022 dengan rata-rata usia 19 tahun. Empat pemain di antaranya berusia 17 tahun.

Keputusan Weiss untuk memilih para pemain belia layak diacungi jempol mengingat Laos sejauh ini tak memiliki prestasi bagus di turnamen sepak bola Asia Tenggara.

  1. Bounphachan Bounkong Jadi Sorotan

Bounphachan Bounkong menjadi soroan di turnamen ini setelah tampil impresif saat melawan Malaysia. Kapten Laos tersebut jadi momok bagi lini belakang Harimau Malaya lewat dua gol yang dilesakkannya.

Gelandang 21 tahun itu sudah menjadi andalan timnas Laos kelompok umur sejak 2018. Dengan usia yang masih muda, Bounphachan juga mulai jadi langganan timnas senior Laos dengan catatan 16 caps.

  1. Liga Hanya Diikuti 7 Klub

Laos menjadi salah satu negara ASEAN yang memiliki kompetisi kurang ideal. Kasta tertinggi Liga Laos hanya diikuti tujuh klub dalam satu musim.

Kapasitas Stadion Nasional Laos hanya mencapai 25.000 penonton. Ini merupakan stadion dengan kapasitas terbesar di Laos.