in

Berhasilnya Blue Origin Angkut 5 Warga Wisata ke Antariksa

Blue Origin. Foto: Blue Origin

Blue Origin berhasil menyelesaikan misi pariwisata luar angkasa yang dengan membawa lima penumpang pada Kamis (31/3/2022). Dilansir dari CNN, kelima penumpang itu rela membayar untuk bisa menaiki kapsul New Shepard.

Didorong oleh roket setinggi 60 kaki, kelima penumpang beserta satu insinyur Blue Origin melesat lebih dari tiga kali kecepatan suara atau lebih dari 2 ribu mil per jam (sekitar 3.200 kilometer per jam.

Kapsul mereka melompati Garis Kármán pada ketinggian 100 kilometer yang secara luas diakui sebagai ketinggian di mana luar angkasa dimulai. Saat di puncak penerbangan, penumpang bisa merasakan tubuhnya tanpa bobot, melayang di udara selama beberapa menit dan melihat pemandangan Bumi di luar jendela.

Space.com menyebut misi Blue Origin disebut NS-20 sebab itu adalah penerbangan luar angkasa ke-20 New Shepard sekaligus penerbangan Blue Origin berawak keempat.

Belum diketahui jelas biaya yang dikeluarkan satu penumpang untuk bisa ikut dalam misi ini. Sebelumnya ada lelang tiket yang nilainya mencapai US$ 28 juta atau Rp402 miliar untuk kursi yang bisa dinaiki bersama Bezos.

Pesaing langsung Blue Origin, Virgin Galactic, saat ini menjual kursi seharga $450 ribu atau senilai Rp6,4 miliar. Ini naik dari harga sebelumnya sekitar $250 ribu atau Rp3,5 miliar.

Setelah berwisata di luar angkasa, kapsul New Shepard kemudian membuka parasut setelah menyelam kembali ke bagian paling tebal atmosfer Bumi dan mendarat diselimuti kepulan pasir di gurun Texas.

Penumpang terdengar bersorak saat kapsul mendarat sebelum keluar dari kapsul dengan senyuman dan lambaian tangan.

“Itu sangat intens, dan saya merasa sedikit pusing. Tentu saja saya merasa sedikit mual, tapi pemandangan itu luar biasa,” kata Gary Lai, salah satu penumpang usai mendarat selamat.

“Itu adalah pengalaman luar biasa. Luar angkasa adalah tempat paling hitam yang pernah saya lihat. Menakjubkan. Ini sensasi seumur hidup,” ujar penumpang lainnya, Jim Kitchen, yang ditimpali Dr. George Nield.

Article by